Ulasan
Battle for Giostone (BFG) adalah MOBA yang dikembangkan oleh Mtech di Avalanche, menawarkan sentuhan unik pada game seperti League of Legends dan Dota. Saat ini dalam open alpha, pemain dapat mengunduh launcher dan menginstal game untuk berpartisipasi. Tersedia beberapa server berdasarkan lokasi pemain.
Latar belakang cerita game ini berkisar pada Kerajaan Saidic, Volnic, dan Arcidam, yang awalnya memerintah bersama dalam damai. Namun, dengan ditemukannya Giostone, konflik pun muncul. Para Raja bergantian memegang Giostone untuk menjaga perdamaian, tetapi akhirnya terpecah menjadi tiga bagian dengan kekuatan yang berbeda. Keserakahan para penerus memicu perang, yang menyebabkan intervensi dewa dunia bawah, yang mengubah raja-raja yang telah meninggal menjadi naga yang menjaga Giostone. Kerajaan-kerajaan runtuh, dan berabad-abad kemudian, dua ideologi muncul: Deccan dan Glaccic, bertarung untuk menguasai Giostone.
BFG memiliki persyaratan hardware yang rendah, sehingga dapat diakses oleh pemain dengan mesin lama. Namun, saat ini tidak tersedia di platform seluler.
Gameplay
Dalam hal gameplay, menu utama menawarkan opsi seperti "Play Now" dan "Collections," di mana pemain dapat melihat koleksi hero yang dapat dimainkan. Aspek kunci dari gameplay adalah mode "Forge", yang memungkinkan pemain untuk membuat hero mereka sendiri menggunakan pilihan 72 kemampuan. Tergantung pada skill yang dipilih, hero yang ditempa akan memiliki penampilan dan kelas tertentu, menawarkan dinamika unik dan mengejutkan lawan berdasarkan penampilan fisik mereka.

Selama fase alpha, pemain dapat terlibat dalam mode PvE dan PvP. Mode PvE melibatkan pertarungan monster yang muncul secara otomatis dalam pengaturan 1v1, sementara mode PvP mendukung berbagai mode mulai dari pertandingan 1v1 hingga 5v5. Idealnya, game ini dimainkan dalam format 5v5, seperti yang ditunjukkan dalam turnamen sebelumnya. Kontrol mengikuti format MOBA yang sudah dikenal, dengan klik mouse untuk pergerakan hero dan tombol QWER untuk aktivasi serangan.
Tujuan game ini adalah untuk menghancurkan markas tim lawan, yang dipertahankan oleh tiga tower di jalur yang berbeda. Menghancurkan tower di jalur mana pun memungkinkan pemain untuk menyerang markas, yang meregenerasi health secara pasif dan membutuhkan bantuan dari makhluk yang muncul secara otomatis untuk dihancurkan. Sepanjang permainan, markas memunculkan makhluk yang memberikan gold kepada pemain yang memberikan pukulan terakhir. Gold ini dapat digunakan untuk membeli item dari toko, tetapi pemain harus kembali ke markas untuk mengambilnya.
Aspek penting lainnya adalah Dragon, yang muncul di kiri atas atau kanan bawah peta, memegang Giostone. Mengalahkan Dragon dan mendapatkan Giostone memberikan buff yang kuat kepada hero, menawarkan keuntungan dalam pertempuran.
Ulasan
Dalam hal ulasan, Battle for Giostone menyajikan sentuhan unik pada genre MOBA, tetapi kurang menarik di luar sistem penempaan hero. Game ini mengalami beberapa bug selama turnamen, memengaruhi pengalaman keseluruhan. Persyaratan untuk mengunduh secara manual alih-alih menggunakan launcher menimbulkan potensi masalah keamanan bagi pemain.
Grafisnya rata-rata, kalah dari kompetitor seperti League of Legends tetapi masih memuaskan. Namun, kecepatan aktivasi serangan pada makhluk normal menyulitkan untuk mengatur waktu pukulan terakhir untuk mendapatkan gold.

Mengenai audio, game ini menanganinya dengan baik, dengan perubahan musik yang sesuai antara game dan menu utama, serta efek suara untuk kemampuan setiap hero.
Battle for Giostone membutuhkan peningkatan dalam efek video, grafis, dan tutorial untuk bersaing di pasar MOBA yang jenuh. Sorotan game ini meliputi latar belakang cerita, mekanisme penempaan hero, dan pengalaman esports tim. Memanfaatkan kekuatan ini dapat membantu BFG mendapatkan basis pemain yang setia, terutama dengan meningkatnya popularitas esports di industri game web3. Namun, gameplay inti membutuhkan peningkatan dan cara untuk memikat pemain.


