Hampir 1.700 investor Inggris telah membawa Binance dan pendirinya Changpeng "CZ" Zhao ke pengadilan di Inggris, menuntut ganti rugi mendekati $200 juta. Gugatan ini berpusat pada keluhan spesifik: bahwa Binance menawarkan produk perdagangan leverage yang kompleks kepada nasabah ritel tanpa persetujuan regulasi untuk melakukannya.
Bagi siapa pun yang aktif di ruang web3, ini adalah jenis tindakan hukum yang menandakan betapa seriusnya regulator dan pengadilan saat ini dalam menangani pertanyaan tentang siapa yang boleh menjual instrumen keuangan berisiko tinggi, dan kepada siapa.

Dapatkan langganan GTA+ 1 bulan dengan melakukan pre-order.
Pre-Order GTA 6 Sekarang
Apa yang dikatakan penggugat telah terjadi
Inti dari kasus ini bermula pada akhir 2019, ketika Binance menyediakan produk perdagangan leverage bagi nasabah ritel Inggris. Ini adalah jenis instrumen di mana kerugian bisa melebihi setoran awal, produk yang telah lama ditandai oleh regulator sebagai tidak cocok untuk investor sehari-hari. Beberapa penggugat dilaporkan kehilangan puluhan ribu dolar saat penawaran tersebut masih aktif.
Financial Conduct Authority (FCA) Inggris akhirnya melarang derivatif kripto untuk nasabah ritel pada Oktober 2020, dengan larangan tersebut mulai berlaku pada Januari 2021. Alasan regulator sangat lugas: produk-produk ini "tidak cocok" untuk nasabah ritel. Gugatan ini pada dasarnya berargumen bahwa Binance seharusnya tidak pernah menawarkan produk tersebut sejak awal.
Masalahnya adalah: larangan FCA muncul setelah kerugian sudah terjadi bagi banyak investor ini. Garis waktu sangat penting. Produk tersedia pada 2019, larangan diumumkan pada akhir 2020, dan pada Januari 2021 akses tersebut ditutup. Kesenjangan itulah yang menjadi dasar argumen hukum tersebut.
Tanggapan Binance dan posisi regulasinya saat ini di Eropa
Binance mengeluarkan pernyataan singkat sebagai tanggapan atas gugatan tersebut: "Kami tidak mengomentari litigasi yang sedang berlangsung. Kami akan membela diri terhadap klaim ini melalui proses hukum yang tepat pada waktunya. Binance tetap berkomitmen pada kewajibannya kepada pengguna dan beroperasi sesuai dengan hukum yang berlaku."
Itu adalah jawaban standar hukum yang tidak memberikan kepastian, namun perlu dicatat konteks yang lebih luas seputar posisi Binance di Eropa saat ini. Bursa tersebut baru-baru ini menarik aplikasi Markets in Crypto Assets (MiCA) dari Yunani, sebuah langkah yang menyusul laporan bahwa aplikasi tersebut akan ditolak. Lisensi MiCA seharusnya memungkinkan Binance untuk menawarkan layanan kripto di seluruh negara anggota UE mulai 1 Juli dan seterusnya. Tanpanya, akses tersebut diblokir.
Binance mengatakan berencana untuk mengajukan permohonan melalui negara anggota UE lainnya, meskipun belum menyebutkan negara mana yang menjadi target berikutnya. Hal itu membuat status regulasi UE-nya berada dalam posisi menggantung.
Sikap FCA yang berkembang terhadap akses kripto ritel
Regulator Inggris menerbitkan ikhtisar kebijakan kriptonya minggu ini yang memperjelas posisinya: "Aset kripto adalah investasi berisiko tinggi dan akan tetap berisiko tinggi di bawah rezim kami." Pembukaan parsial pada ETN tidak menandakan pelunakan terhadap derivatif, dan gugatan terhadap Binance muncul pada saat FCA secara aktif menilai kembali di mana garis harus ditarik.
Bagi pemain di ruang web3 gaming, tekanan regulasi ini bukanlah hal yang abstrak. Proyek yang mengintegrasikan instrumen keuangan berbasis blockchain, mulai dari perdagangan aset dalam game hingga reward yang ditokenisasi, beroperasi di lingkungan yang sama di mana regulator meneliti produk-produk semacam ini. Jika Anda menjelajahi judul web3 gaming yang melibatkan mekanisme keuangan nyata, ada baiknya memahami perbedaan antara penawaran yang diatur dan yang tidak diatur. Panduan gaming kami membahas sisi web3 gaming secara mendetail jika Anda menginginkan konteks tentang bagaimana mekanisme ini muncul dalam game yang sebenarnya.
Apa langkah selanjutnya untuk kasus ini
Dengan hampir 1.700 penggugat dan angka $200 juta yang terlibat, ini adalah salah satu tindakan investor ritel terbesar terhadap bursa kripto besar dalam sejarah hukum Inggris. Kasus ini akan berlanjut melalui pengadilan Inggris, dan Binance telah memberi sinyal bahwa mereka berniat untuk menentang klaim tersebut sepenuhnya.
Hasilnya dapat menjadi preseden yang berarti bagi bagaimana bursa lain menangani pertanyaan tentang persetujuan regulasi sebelum meluncurkan produk keuangan yang kompleks kepada audiens ritel. Jika Anda aktif dalam judul web3 apa pun yang melibatkan produk keuangan on-chain, mulai dari game kartu berbasis blockchain hingga platform seperti yang dibahas dalam panduan pemula blockchain Brawlers, lingkungan regulasi yang dibentuk oleh gugatan ini pada akhirnya akan memengaruhi produk apa yang dapat ditawarkan oleh pengembang dan di pasar mana.
Langkah Binance selanjutnya di depan MiCA, dan negara UE mana yang dipilihnya untuk aplikasi baru, akan sangat layak untuk diperhatikan. Bursa tersebut sedang menavigasi tekanan hukum di berbagai lini secara bersamaan, dan kasus Inggris kini sudah masuk dalam kalender.
Bagi pemain yang melacak persimpangan antara web3 dan gaming, lihat judul dan mekanisme terbaru yang dibahas dalam ulasan game kami untuk melihat bagaimana pengembang menavigasi realitas regulasi yang terus berubah ini dalam praktiknya.

