Perangkat audio dengan harga terjangkau jarang sekali memicu antusiasme yang nyata. Namun, CMF, sub-brand di bawah naungan Nothing, baru saja mengumumkan Clip Pro: earbuds open-back pertama mereka, dengan harga $99, yang akan meluncur pada 15 Agustus. Bagi pengguna Switch 2 yang sedang mencari audio nirkabel terjangkau tanpa mengorbankan kualitas, pengumuman ini hadir di waktu yang sangat tepat.
Masalah utama earbuds open-back di kelas harga ini adalah: hampir tidak pernah ada mode gaming latensi rendah (low-latency) khusus. Clip Pro memilikinya. Fitur tunggal tersebut mengubah persepsi dari sekadar "aksesori musik yang menarik" menjadi "pendamping Switch 2 yang mumpuni."
Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Clip Pro
Desainnya adalah hal pertama yang menonjol. Alih-alih masuk ke dalam saluran telinga, Clip Pro mengait di sisi telinga Anda, berada beberapa milimeter dari gendang telinga tanpa menutupnya sepenuhnya. Bayangkan geometri tindik telinga helix. Faktor bentuk open-back memungkinkan audio dari driver dual-magnet 10.8mm bernapas secara alami, yang cenderung menghasilkan soundstage yang lebih luas dan lega dibandingkan earbuds tertutup.
Di atas kertas, spesifikasinya melampaui kelas harga $99:
- Rentang frekuensi: 20 Hz hingga 40,000 Hz
- Versi Bluetooth: 5.4
- Dukungan codec: LDAC (mentransmisikan data audio hingga 3x lebih banyak dibanding Bluetooth standar)
- Spatial audio: Implementasi statis bawaan
- Sertifikasi Hi-Res audio: Ya
- Daya tahan baterai: 10 jam pemutaran, ditambah 22.5 jam dari charging case
- Mode gaming latensi rendah: Tersedia
- Pilihan warna: Dark Grey, Light Grey, Coral
Penyertaan LDAC adalah spesifikasi yang patut disoroti. Codec yang dikembangkan oleh Sony ini mengirimkan data audio jauh lebih banyak melalui koneksi Bluetooth dibandingkan codec standar. Memadukan hal tersebut dengan sertifikasi Hi-Res audio pada produk seharga $99 bukanlah sesuatu yang sering kita temui di pasar.
Sudut pandang Switch 2 dan sensasi menggunakan earbuds open-back dalam mode handheld
Earbuds open-back memiliki daya tarik khusus untuk gaming handheld yang tidak bisa ditiru oleh alternatif earbuds tertutup. Karena tidak menutup saluran telinga, Anda tetap sadar dengan lingkungan sekitar namun tetap mendapatkan audio game yang utuh. Hal ini penting saat bepergian atau di ruang publik, di mana memblokir suara dunia luar sepenuhnya tidak selalu praktis atau aman.
Bagi pemain Switch 2 yang sering melakukan sesi grinding saat bepergian, desain Clip Pro bisa menjadi solusi. Earbuds tertutup dalam mode handheld bisa terasa mengisolasi hingga menimbulkan kecemasan akan melewatkan pengumuman atau pemberhentian. Clip Pro menghindari hal tersebut sepenuhnya.
Mode gaming latensi rendah adalah bagian penting lainnya. Bluetooth standar memperkenalkan delay audio yang terasa nyata dalam game yang serba cepat, di mana efek suara harus sinkron dengan aksi di layar. Mode gaming khusus menekan delay tersebut, dan dengan harga $99, ketersediaan fitur ini sangat patut dicatat. Jika Anda sedang menyusun setup Switch 2 dan ingin melihat game apa saja yang memaksimalkan audio tersebut, panduan multiplayer Star Fox Switch 2 mengulas detail mode co-op dan battle yang intens secara audio.
Perbandingan dengan kompetitor open-back yang lebih mahal
Titik perbandingannya di sini adalah Asus ROG Cetra Open Wireless, yang dijual seharga $229.99. Itu lebih dari dua kali lipat harga Clip Pro. Cetra Open menuai kritik karena kualitas bass yang terasa tipis dan hampa, yang merupakan kelemahan signifikan untuk audio gaming di mana dampak low-end penting untuk ledakan, langkah kaki, dan desain suara lingkungan.
CMF secara khusus menonjolkan Ultra Bass Technology dalam fitur Clip Pro, memposisikannya sebagai jawaban langsung atas kelemahan bass yang sering menghantui earbuds open-back lainnya. Apakah ini akan terwujud dalam performa nyata masih harus dibuktikan melalui pengujian langsung, namun niatnya sudah jelas.
SteelSeries Arctis GameBuds dibanderol $199.99 dan menawarkan fitur gaming khusus dengan kompatibilitas Switch 2, PS5, dan PC. Mereka adalah produk yang lebih mapan untuk gaming, tetapi harganya dua kali lipat dari Clip Pro. Bagi pemain yang secara khusus menginginkan open-back, Clip Pro saat ini adalah satu-satunya opsi terjangkau dengan mode gaming di dalamnya.
Switch 2 memiliki pustaka game yang terus berkembang dan layak mendapatkan dukungan audio yang mumpuni. Jika Anda sedang menentukan game mana yang harus diprioritaskan, panduan Tomodachi Life: Living the Dream Switch 1 vs Switch 2 mengulas dengan tepat apa yang didapatkan pemilik Switch 2 dibandingkan pemain Switch 1.
Hal yang perlu diperhatikan saat ulasan muncul
Clip Pro meluncur pada 15 Agustus. Pertanyaan terpenting baru akan terjawab setelah para reviewer menghabiskan waktu nyata dengan perangkat ini: Apakah Ultra Bass Technology benar-benar memberikan hasil, atau sekadar jargon pemasaran untuk menutupi low-end tipis yang sering dialami earbuds open-back? Bagaimana performa mode gaming latensi rendah dalam praktik di Switch 2 dan PS5? Dan apakah desain ear-clip tetap aman digunakan selama sesi handheld yang panjang?
Dengan harga $99, risikonya cukup rendah sehingga layak untuk dipantau. Pro tip: jika Anda ingin terus mengikuti perkembangan aksesori dan liputan game Switch 2, hub panduan gaming kami menyediakan konten Switch 2 yang terus diperbarui seiring bertambahnya pustaka game.









