Dunia survival berbasis voxel kini semakin padat. Hytale baru saja menemukan pijakannya setelah bertahun-tahun nyaris dibatalkan, dan kini Everwind dari Enjoy Studio telah hadir untuk unjuk gigi, mendarat di Steam Early Access pada 17 Maret. Konsep yang ditawarkan terasa familier dalam artian yang positif, namun dengan satu sentuhan unik yang membuatnya benar-benar menonjol: Anda membangun dan mengemudikan airship.
Diterbitkan oleh Bohemia Interactive (studio di balik DayZ dan seri Arma), Everwind adalah RPG survival sandbox yang dibangun di atas blok voxel yang dapat dihancurkan, berlatar di dunia samudra yang dihasilkan secara prosedural dan tersebar dengan berbagai pulau. Anda melakukan scavenging, crafting, bertarung, dan membangun. Hal-hal standar. Namun, saat Anda berhasil menerbangkan airship pertama Anda, game ini mulai terasa berbeda.

Beli game dengan harga lebih hemat.
Dapatkan diskon hingga 80%
Apa yang Membuat Everwind Menarik
Core loop game ini akan terasa sangat familier bagi siapa pun yang pernah menghabiskan waktu di Minecraft atau Hytale. Anda memukul pohon, mengumpulkan scrap, mengisi inventory, memberi daya pada crafting station, dan meniti tech chain menuju gear yang lebih baik. Estetikanya condong ke nuansa fantasi abad pertengahan yang kalem, dan dunianya sendiri terlihat sangat bagus berkat pencahayaan yang solid dan detail lingkungan yang melimpah: babi hutan, burung yang berkeliaran, makhluk lobster dengan tempurung tong, dan ya, kapibara.
Hal yang membedakan Everwind dari game sejenis bukan hanya estetika. Dunianya dibangun di sekitar samudra luas yang dipenuhi pulau-pulau dengan berbagai bentuk dan ukuran, beberapa berhutan, beberapa industrial, dan beberapa melayang tinggi di angkasa. Game ini mengingatkan pada The Legend of Zelda: The Wind Waker dalam cara menyajikan eksplorasi sebagai perjalanan melintasi perairan terbuka menuju siluet di kejauhan. Di awal permainan, siluet tersebut berfungsi dengan baik: sekumpulan batu berlumut merah muda dengan menara industri yang terbengkalai, pondok batu di balik bukit rendah, dan mercusuar yang bertengger di tebing jauh.
Airship itu sendiri membutuhkan sedikit usaha untuk dibuka. Anda perlu memindai bagian-bagian dari kapal yang jatuh menggunakan magic compass untuk mendapatkan blueprint-nya, lalu mengumpulkan material untuk membangun cockpit, energy generator, wooden engine, dan balloon. Mesin terbang sederhana tersebut mungkin tidak terlihat indah, tetapi cukup untuk membuat Anda mengudara.
Kekurangan dan Potensi Nyata
Early access berarti masih ada kekurangan, dan Everwind pun memilikinya. Perjalanan udara saat ini terasa sangat lambat, dan meningkatkan core kapal Anda membutuhkan waktu sebelum peningkatan kecepatan dan ketinggian terasa signifikan. Lautan di antara pulau-pulau saat ini sebagian besar kosong, hamparan biru datar dengan sedikit hal untuk mengisi perjalanan. Pulau-pulau yang dihasilkan secara prosedural, meskipun terlihat berbeda dari kejauhan, tidak selalu memberikan variasi atau reward yang cukup untuk membenarkan waktu perjalanan yang lama setelah Anda tiba.
Sistem pertarungan sudah ada dan menunjukkan ambisi, dengan mekanik berbasis stamina yang mencakup strafing, parrying, dan blocking, bukan sekadar menekan tombol secara asal. Ini adalah langkah ke arah yang benar, meskipun belum sepenuhnya matang. Fitur co-op dan pertempuran udara keduanya ada dalam roadmap, dengan setidaknya satu tahun pengembangan early access yang masih direncanakan.

Crafting chains fuel your progress
Fondasi yang Kuat
Terlepas dari kekurangannya, sesuatu yang benar-benar menyenangkan muncul begitu Anda terbiasa dengan ritme Everwind. Melayang dari desa hutan yang dipenuhi zombie ke pulau berpasir yang dipenuhi pohon palem dari dek airship Anda sendiri memiliki pesona tersendiri yang sulit diabaikan. Crafting loop-nya membuat ketagihan, pembuatan dunia menghasilkan landmark yang benar-benar menarik, dan perspektif dari ketinggian terasa sangat memuaskan setelah Anda mencapainya.
Apa yang sering dilewatkan pemain dalam judul early access seperti ini adalah pertanyaannya bukan apakah game tersebut sudah selesai. Melainkan apakah fondasinya layak untuk dikembangkan. Untuk Everwind, jawabannya adalah ya. Konsep airship saja sudah memberikan identitas yang tidak dimiliki oleh Minecraft maupun Hytale, dan dukungan penerbitan dari Bohemia Interactive menunjukkan bahwa ini bukanlah proyek yang akan menghilang begitu saja. Pastikan untuk melihat lebih lanjut:








