Pada tahun 2001, Electronic Gaming Monthly (EGM) merilis edisi majalah yang menampilkan karya seni dari Yoshitaka Amano untuk Final Fantasy X. Sampul tersebut menjadi salah satu yang paling berkesan dalam sejarah majalah ini, meskipun perjalanannya hingga ke tangan pembaca melibatkan berbagai kejutan tak terduga. Edisi ini merepresentasikan kolaborasi langka antara publikasi gaming besar dan ilustrator ikonik dari sebuah franchise, yang hadir di masa ketika majalah cetak mendominasi cara pemain menemukan dan mempelajari rilis game mendatang.

Beli game dengan harga lebih hemat.
Dapatkan diskon hingga 80%
Majalah gaming di awal tahun 2000-an
Awal tahun 2000-an menandai titik balik bagi console gaming. PlayStation 2, Xbox, GameCube, dan Dreamcast mendobrak batasan dalam grafis, cakupan narasi, dan ambisi teknis. Publikasi cetak menjadi cara utama bagi para penggemar untuk mengakses preview, ulasan, dan detail di balik layar. EGM berdiri di antara outlet paling terkemuka yang menyajikan liputan ini kepada pembaca yang haus akan informasi mengenai game yang akan datang.
Final Fantasy VII telah mengubah franchise tersebut menjadi fenomena global, dan antisipasi untuk Final Fantasy X sangat tinggi. Sampul dengan visual yang khas dapat menarik perhatian dan mendorong penjualan di kios majalah dalam pasar yang kompetitif.
Mengajak Amano membuat karya seni orisinal
Editor-in-chief Dan "Shoe" Hsu menginginkan sesuatu yang lebih dari sekadar gambar promosi standar: sebuah lukisan yang dikomisi langsung oleh Amano. Rencana ini memerlukan persetujuan dari SquareSoft dan anggaran sebesar $10,000, sebuah investasi besar untuk seni sampul majalah. Penerbit ZiffDavis menyetujui proyek tersebut meskipun biayanya tinggi.
Mantan staf EGM, James Mielke, mengelola produksi sampul tersebut. Karya Amano menggunakan lapisan emas (gold leaf), yang menciptakan tantangan reproduksi untuk proses pencetakan. Versi finalnya mempertahankan kualitas visual yang unik, dengan karakter utama Tidus dan Yuna yang digambarkan dalam gaya ethereal khas Amano.
Bagaimana sampul tersebut menjangkau lebih banyak pembaca dari yang direncanakan
Rencana awal menetapkan sampul Amano hanya muncul pada 25 persen dari total kopi di kios majalah, sementara pelanggan berlangganan menerima desain berbeda yang berfokus pada Yuna. Ini mencerminkan taktik variant cover yang digunakan penerbit komik sepanjang tahun 1990-an. Kesalahan produksi mengubah segalanya: versi Amano akhirnya didistribusikan jauh lebih luas, muncul di kopi kios majalah maupun pelanggan tanpa pola yang jelas.
Beberapa pelanggan merasa dirugikan karena melewatkan apa yang seharusnya menjadi varian eksklusif, namun penerimaan secara keseluruhan sangat antusias. Ketersediaan yang lebih luas dari yang direncanakan membantu edisi ini mencapai angka penjualan yang kuat, menjadikannya salah satu edisi dengan performa terbaik EGM. Dampak visual sampul dan kelangkaan yang berubah menjadi ketersediaan luas memicu diskusi di seluruh media gaming.
Apa yang terjadi setelah sampul tersebut
Kesuksesan tersebut membuat EGM kembali mengomisi Amano dua tahun kemudian untuk edisi "Final Fantasy Everything". Majalah cetak menghadapi tekanan yang meningkat sepanjang tahun 2000-an seiring berkembangnya liputan digital. Edisi cetak EGM berakhir pada tahun 2009, diikuti dengan penutupan situs online-nya, 1UP.com, pada tahun 2013. Warisan majalah ini tetap bertahan: proyek antologi yang didanai komunitas berhasil mengumpulkan $1.7 juta, menunjukkan minat yang berkelanjutan terhadap sejarah dan pendekatan editorial EGM.
Amano tetap melanjutkan karyanya pada variant covers, termasuk kolaborasi dengan DC Comics, menjaga tradisi seni sampul koleksi tetap hidup. Bagi EGM, sampul Final Fantasy X menangkap momen ketika majalah cetak dapat memberikan sesuatu yang tidak mudah direplikasi oleh platform digital: artefak fisik yang menggabungkan visi editorial, seni yang dikomisi, dan sensasi penemuan.
Pastikan untuk melihat artikel kami mengenai game terbaik untuk dimainkan di tahun 2026:
Game Paling Dinanti Tahun 2026
Game Nintendo Switch Terbaik Tahun 2026
Game First-Person Shooter Terbaik Tahun 2026
Game Indie PlayStation Terbaik Tahun 2026
Game Multiplayer Terbaik Tahun 2026
Game Paling Dinanti Tahun 2026
Rilis Game Terbaik Januari 2026
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Mengapa sampul EGM Final Fantasy X dianggap ikonik?
Sampul tersebut menampilkan karya seni yang dikomisi oleh Yoshitaka Amano, lengkap dengan lapisan emas, yang menggambarkan Tidus dan Yuna. Kesalahan produksi menyebabkan distribusi yang lebih luas dari yang direncanakan, menjadikannya salah satu edisi EGM yang paling banyak dibicarakan.
Siapa yang membuat sampul untuk edisi EGM Final Fantasy X?
Yoshitaka Amano, ilustrator lama untuk seri Final Fantasy, melukis karya seni orisinal untuk sampul tersebut.
Berapa biaya produksi sampul tersebut?
Komisi tersebut menelan biaya sekitar $10,000, jauh melebihi anggaran sampul majalah pada umumnya di periode tersebut.
Apakah sampul Amano awalnya direncanakan untuk menjadi langka?
Ya, rencananya sampul tersebut hanya muncul pada 25 persen kopi di kios majalah, namun kesalahan distribusi menyebabkan ketersediaan yang jauh lebih luas.
Apakah Yoshitaka Amano masih membuat karya seni untuk majalah atau komik?
Ya, Amano terus memproduksi variant covers untuk berbagai penerbit, termasuk DC Comics dan proyek koleksi lainnya.
Kapan EGM mengakhiri publikasi cetaknya?
Edisi cetak EGM berakhir pada tahun 2009, dengan situs digitalnya, 1UP.com, ditutup pada tahun 2013.
Apakah sampul tersebut berdampak pada penjualan EGM?
Ya, edisi tersebut terjual dengan sangat baik, menempati peringkat di antara edisi EGM yang paling sukses dalam hal sirkulasi.








