Ringkasan: Setelah 16 tahun menggunakan pergerakan point-and-click, Riot Games bersiap untuk menambahkan skema kontrol WASD opsional ke League of Legends. Fitur ini ditujukan agar game terasa lebih intuitif bagi pemain yang terbiasa dengan pergerakan berbasis keyboard di judul PC lainnya, sembari tetap menyediakan kontrol orisinal.
Apa itu League of Legends?
League of Legends adalah multiplayer online battle arena, atau MOBA andalan Riot Games yang pertama kali dirilis pada tahun 2009. Pemain mengendalikan champion dengan kemampuan unik dan bertarung di map seperti Summoner's Rift, dengan tujuan menghancurkan Nexus musuh. Pergerakan selalu dilakukan dengan klik mouse, sebuah sistem yang tidak berubah sejak peluncuran game ini.

League of Legends
Detail utama implementasi WASD
Riot telah mengonfirmasi bahwa kontrol WASD akan diperkenalkan sebagai cara opsional untuk menggerakkan champion, bekerja berdampingan dengan metode klik-untuk-bergerak yang tradisional. Executive producer Paul Bellezza mengatakan tujuannya adalah untuk membantu pemain "masuk ke bagian seru dari League dengan lebih cepat dan minim hambatan," terutama bagi mereka yang datang dari genre lain di mana WASD adalah skema pergerakan default.
Peluncuran akan dilakukan secara bertahap. Pengujian dimulai di Public Beta Environment (PBE) dan akan berjalan selama beberapa patch untuk mengumpulkan feedback dan memperbaiki bug. Setelah itu, fitur ini akan diperluas ke mode non-ranked sebelum tersedia di Ranked dan permainan profesional. Riot telah menegaskan bahwa sistem ini hanya akan dirilis di pengaturan kompetitif setelah mereka yakin tidak ada metode kontrol yang menciptakan keuntungan tidak adil.

Kontrol Keyboard WASD
Balancing akan menjadi fokus utama. Kontrol WASD dapat membuat aksi seperti kiting lebih mudah bagi champion ranged, yang mungkin mengubah meta jika tidak diawasi. Riot berencana untuk memantau interaksi ini dengan cermat dan menyesuaikan mekanik jika salah satu skema kontrol terbukti lebih unggul.
Opini komunitas mengenai kontrol WASD
Pengumuman ini memicu banyak diskusi di antara para pemain. Dari sisi positif, banyak yang berpendapat WASD bisa membuat game lebih nyaman bagi pendatang baru yang terbiasa dengan kontrol shooter atau MMO. Hal ini juga memungkinkan kiting yang lebih mulus dan membidik secara bersamaan, sehingga kontrol mouse bisa lebih fokus untuk targeting yang lebih baik.
Di sisi lain, beberapa veteran khawatir bahwa pergerakan WASD mungkin memberikan keuntungan terlalu besar dalam situasi tertentu, terutama untuk champion yang mengandalkan attack-move seperti ADC. Yang lain merasa ini bisa mengurangi presisi pergerakan dibandingkan point-and-click, karena WASD biasanya hanya mendukung delapan arah. Pemain Wild Rift (versi mobile LoL yang lebih ringan) dapat mengonfirmasi hal ini, karena kontrol mobile cukup mirip dengan WASD. Ada juga kekhawatiran tentang bagaimana hal ini dapat memengaruhi jungle pathing atau positioning yang ketat selama team fight.
Komunitas tampak terbagi antara antusiasme terhadap opsi kontrol baru dan kehati-hatian dalam menjaga keadilan kompetitif. Kesediaan Riot untuk melakukan pengujian ekstensif sebelum rilis penuh telah meredakan sebagian kekhawatiran tersebut.
Apa artinya ini bagi League of Legends
Ini adalah salah satu pembaruan kontrol paling signifikan dalam sejarah League of Legends. Bagi pemain baru, WASD bisa membuat game terasa lebih mudah diakses sejak awal. Bagi penggemar lama, kontrol klasik tetap tidak berubah. Pengujian selama beberapa bulan ke depan akan mengungkap apakah WASD menjadi alternatif yang populer atau sekadar preferensi niche, namun yang jelas, Riot berupaya membuat Summoner's Rift lebih ramah tanpa mengorbankan kedalaman kompetitifnya.







