Lebih dari 70% Studio Game Telah Menggunakan Artificial Intelligence

Survei a16z Games mengungkap peran Artificial Intelligence dalam industri game 2024, mencakup produktivitas studio, tren adopsi, serta tantangan integrasinya.

Eliza Crichton-Stuart

Eliza Crichton-Stuart

Diperbarui

Iklan
Over 70% of Game Studios Already Using AI

Artificial Intelligence telah beralih dari sekadar eksperimental menjadi esensial dalam pengembangan game. Survei industri terbaru terhadap 651 karyawan studio game mengungkapkan bahwa 73% studio kini menggunakan AI dalam alur kerja mereka, dan 88% berencana untuk mengadopsinya jika belum melakukannya. Pergeseran ini paling terasa di antara tim yang lebih kecil — 84% responden bekerja di studio dengan kurang dari 20 orang, yang menunjukkan bahwa developer indie dan skala menengah mendorong adopsi lebih cepat dari perkiraan siapa pun.

Over 70% of Game Studios Already Using AI

Survei AI x Game Dev

PENAWARAN EKSKLUSIF

Gunakan kode TRYHARD33 saat checkout untuk menukarkan penawaran ini sebelum kedaluwarsa.

Dapatkan Diskon 33% untuk Langganan GAMES+

Siapa yang menggunakan AI dan siapa yang ragu

Founder perusahaan adalah pihak yang paling antusias terhadap AI, dengan 85% sudah menggunakannya. Seniman tetap menjadi pihak yang paling skeptis — hanya 58% yang telah mengintegrasikan alat AI ke dalam pekerjaan mereka. Keraguan tersebut masuk akal jika melihat angka pergeseran pekerjaan: 36% seniman meyakini bahwa AI mengancam peran mereka, dibandingkan dengan 24% desainer dan programmer. Founder, tidak mengherankan, adalah pihak yang paling tidak khawatir, dengan hanya 15% yang khawatir akan digantikan. Secara keseluruhan, 67% peserta survei menyatakan minat pada AI, namun antusiasmenya sangat bervariasi tergantung pada bidang pekerjaan Anda.

Over 70% of Game Studios Already Using AI

Temuan Utama dari Laporan a16z Games

Peningkatan produktivitas tidak merata

Sebagian besar studio yang mengadopsi AI melaporkan alur kerja yang lebih cepat dan biaya yang lebih rendah. Namun, hasilnya tidak konsisten. 16% tidak melihat peningkatan produktivitas sama sekali, dan 35% tidak memangkas biaya. AI bukanlah solusi ajaib — teknologi ini bekerja dengan baik untuk beberapa tim dan hampir tidak memberikan dampak bagi yang lain.

Over 70% of Game Studios Already Using AI

Produktivitas dan Biaya

Ketakutan akan keamanan kerja itu nyata

Gelombang PHK yang melanda industri pada tahun 2024 telah membuat developer lebih sensitif terhadap ancaman otomatisasi. Seniman adalah pihak yang paling cemas, dengan lebih dari sepertiga khawatir AI akan menggantikan mereka. Programmer dan desainer tidak terlalu khawatir, namun ketakutan itu tetap ada. Founder, yang mengendalikan perekrutan dan anggaran, adalah pihak yang paling tidak khawatir dengan pekerjaan mereka sendiri — yang tentu saja tidak meredakan kekhawatiran bagi orang lain.

Over 70% of Game Studios Already Using AI

Minat dan Umpan Balik terhadap Dampak AI

Masalah terbesarnya adalah kualitas

53% responden mengatakan hambatan terbesar untuk adopsi AI adalah kualitas dan akurasi model AI. Risiko hukum, kendala integrasi, dan ketidaknyamanan tim juga menjadi masalah, namun bersifat sekunder. Studio menginginkan AI yang bekerja dengan andal, terutama untuk aplikasi real-time seperti NPC yang dikendalikan AI — 53% secara aktif mengeksplorasi kasus penggunaan tersebut. Saat ini, teknologinya belum sepenuhnya siap.

Over 70% of Game Studios Already Using AI

Hambatan Terbesar dalam Penggunaan

Studio membangun model mereka sendiri

54% studio berencana untuk mengembangkan model AI kustom alih-alih mengandalkan alat yang sudah jadi. Alasannya praktis: model kustom mengurangi risiko hukum, meningkatkan konsistensi, dan memberi tim kontrol lebih besar atas output. Jika Anda membangun game dengan gaya seni atau narasi tertentu, alat AI generik tidak akan cukup.

AI masih menjadi alat pra-produksi

Sebagian besar penggunaan AI terjadi pada tahap awal pengembangan — prototyping, concept art, draf narasi, pembuatan musik, voice acting, dan materi iklan. Area pertumbuhan terbesar adalah pembuatan aset 3D: 70% studio kini menggunakan atau berencana menggunakan AI untuk aset 3D, naik dari 48% tahun lalu. Itu adalah lompatan besar, dan mencerminkan seberapa cepat AI dapat menghasilkan placeholder atau bahkan aset final dibandingkan dengan pemodelan manual.

Over 70% of Game Studios Already Using AI

Persentase Studio yang Menggunakan AI

Alat yang digunakan semua orang

Claude, Flux, ChatGPT, Cursor, Eleven Labs, GitHub Co-pilot, Meshy, Midjourney, Stable Diffusion, dan Suno adalah alat AI paling populer di kalangan developer game saat ini. Alat-alat tersebut mencakup segalanya mulai dari penulisan dan coding hingga pembuatan aset dan audio. Variasi ini menunjukkan betapa terfragmentasinya alat AI saat ini — belum ada platform tunggal yang bisa melakukan semuanya.

Apa artinya ini bagi industri

Adopsi AI dalam pengembangan game semakin cepat, terutama di kalangan studio kecil yang tidak mampu mempekerjakan tim besar. Peningkatan produktivitas memang nyata bagi banyak orang, namun begitu pula risikonya — kekhawatiran akan pergeseran pekerjaan, kualitas output yang tidak konsisten, dan ketidakpastian hukum. Dorongan ke arah model kustom dan aplikasi AI real-time menunjukkan bahwa studio serius untuk membuat ini berhasil dalam jangka panjang. Apakah AI akan menjadi alat yang memberdayakan developer atau justru menggantikan mereka, itu semua akan bergantung pada apa yang terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

Laporan

diperbarui

Juni 10. 2026

diposting

Juni 10. 2026

Iklan

Berita Terkait