Liminal Experiences, startup yang berfokus pada gaming user-generated content (UGC) dan kecerdasan buatan (AI), telah meraih pendanaan sebesar $5.8 million. Perusahaan ini bertujuan untuk menggabungkan teknologi AI dengan kreativitas manusia, memungkinkan pemain untuk mengembangkan petualangan bergaya RPG mereka sendiri tanpa memerlukan keahlian coding. CEO Brendan Mulligan mendeskripsikan platform ini sebagai cara bagi pemain untuk membangun dunia yang imersif, menghidupkan karakter, dan berkolaborasi dengan orang lain dalam gameplay yang berbasis storytelling.
Liminal Experiences Raih Pendanaan $5.8 Million
Putaran pendanaan ini didukung oleh investor industri gaming terkemuka, termasuk Bitkraft Ventures, Riot Games, dan OTK Media Group. Angel investor Marc Merrill, salah satu pendiri Riot Games, juga turut berpartisipasi. Mulligan mengakui bahwa AI dalam gaming tetap menjadi topik yang sensitif, dengan kekhawatiran mengenai otomatisasi yang menggantikan pengembang manusia. Namun, ia menekankan bahwa Liminal Experiences berfokus pada penggunaan AI sebagai alat untuk mendukung dan meningkatkan kreativitas, bukan menggantikannya.

Liminal Experiences Raih Pendanaan $5.8 Million
Dirancang untuk Kreativitas dan Komunitas
Liminal Experiences menawarkan lingkungan pengembangan game di mana pemain dapat membuat cerita interaktif dan konten episodik. Platform ini memungkinkan pengguna untuk merancang dan menyesuaikan dunia 3D, membangun karakter, dan menyusun gameplay tanpa memerlukan pengetahuan pemrograman. Sistem berbasis AI bertindak sebagai asisten kreatif, membantu pemain membentuk narasi dan menyempurnakan storytelling mereka.
Perusahaan melihat pendekatannya sebagai pengisi celah yang belum ditangani oleh platform UGC yang ada saat ini. Liminal menargetkan kreator independen dan intellectual property yang sudah mapan yang mencari cara untuk melibatkan audiens melalui konten interaktif. Mulligan mencatat bahwa banyak studio game menyadari potensi UGC tetapi kesulitan menemukan alat yang sesuai dengan identitas brand mereka. Platform ini memungkinkan episode resmi yang dapat dimodifikasi dan dibagikan oleh penggemar, menciptakan jembatan antara pemain dan franchise favorit mereka.

Merangkai Cerita Melalui Permainan
Menyeimbangkan AI dengan Kreativitas yang Berpusat pada Manusia
Mulligan dan timnya memandang AI sebagai alat penting untuk pengembangan game, terutama dalam membantu storytelling dan pembuatan konten. Perusahaan menggunakan pendekatan fleksibel terhadap integrasi AI, memanfaatkan model yang berbeda berdasarkan kebutuhan kreatif tertentu. Adaptabilitas ini memungkinkan Liminal untuk menerapkan alat AI yang melengkapi pengalaman pengguna tanpa mengurangi keterlibatan manusia dalam prosesnya.
Meskipun peran AI dalam gaming terus berkembang, perspektif industri mengenai penggunaannya tetap terbagi. Survei Game Developers Conference baru-baru ini menunjukkan 30% pengembang menyatakan pandangan negatif terhadap AI, naik dari 18% pada tahun sebelumnya. Mulligan mengaitkan pergeseran ini dengan kekhawatiran tentang otomatisasi yang menggantikan peran tradisional dalam pengembangan game. Ia percaya bahwa AI, jika digunakan secara bertanggung jawab, dapat memperluas peluang kreatif dan membuat desain game lebih mudah diakses oleh audiens yang lebih luas.

Tim Liminal Experiences
Visi Jangka Panjang untuk Masa Depan Gaming
Liminal Experiences didirikan pada tahun 2022 sebagai studio pengembangan game yang sepenuhnya remote dan saat ini memiliki tim sebanyak 15 orang. Perusahaan masih dalam tahap pengembangan aktif, dengan rencana untuk meluncurkan versi alpha dari platformnya pada tahun 2026. Mulligan, yang sebelumnya menghabiskan delapan tahun di Riot Games mengerjakan berbagai inisiatif strategis, memimpin Liminal dengan visi untuk memungkinkan jutaan pemain menjadi storyteller dengan kemampuan mereka sendiri.
Perusahaan memposisikan dirinya sebagai penerus game berbasis kreativitas klasik seperti The Sims, dengan menekankan worldbuilding yang intuitif dan menarik. Dengan berfokus pada konten episodik, Liminal bertujuan untuk menawarkan model berkelanjutan di mana franchise game dapat mempertahankan keterlibatan pemain sepanjang tahun. Pendekatan ini memungkinkan pembaruan konten yang sering sekaligus mendorong komunitas untuk menyumbangkan narasi mereka sendiri di dalam dunia game yang sudah ada.
Liminal Experiences berencana untuk terus memperluas platformnya dan menggalang pendanaan tambahan untuk mendukung pertumbuhannya. Perusahaan tetap berkomitmen untuk memusatkan kreativitas manusia dalam gaming sambil memanfaatkan AI sebagai alat pendukung, bukan sebagai pengganti pengembangan tradisional. Seiring berkembangnya industri, Liminal berupaya untuk memantapkan posisinya sebagai kekuatan utama dalam pembuatan game berbasis AI, memberikan peluang baru bagi pemain maupun studio untuk terlibat dalam storytelling interaktif.







