Christofer Sundberg, pendiri Liquid Swords dan salah satu pendiri Avalanche Studios, telah menegaskan bahwa ia tidak berniat bersaing dengan Rockstar. Kreator seri Just Cause ini baru saja menjelaskan posisi game open-world crime brawler terbarunya, Samson, di pasar saat ini, dan game tersebut sama sekali tidak berada di wilayah Grand Theft Auto.
Bukan pesaing, melainkan pendamping
Perbandingan dengan GTA memang tak terelakkan. Samson adalah game kriminal open-world dengan latar perkotaan yang mengikuti kisah seorang kriminal jalanan yang meniti karier. Tim di Liquid Swords tidak pernah menyangkal kemiripan di permukaan tersebut. Desainer misi Donald Young mengatakan awal tahun ini bahwa perbandingan tersebut wajar untuk setiap game kota open-world. Namun, posisi yang diambil Sundberg melampaui sekadar pengakuan biasa.
"Grand Theft Auto selalu menjadi fenomena," jelas Sundberg. "Game ini bersaing dengan segala bentuk hiburan. Setiap kali game GTA dirilis, itu seperti hari Natal bagi semua orang. Ibarat rilis iPhone baru. Sesuatu yang diinginkan banyak orang, bahkan oleh mereka yang tidak bermain video game."
Ia benar. GTA V telah terjual lebih dari 200 juta kopi. Waralaba ini beroperasi di levelnya sendiri.
Argumen film aksi 90 menit
Strategi utama Sundberg untuk Samson bukanlah tentang menyamai skala. Fokusnya adalah menawarkan sesuatu yang lebih padat. Ia membandingkan game ini dengan film aksi klasik, memposisikan Samson sebagai pilihan yang bisa diambil saat saga open-world yang masif terasa terlalu berat untuk dimainkan.
"Ada kalanya Anda ingin berhenti bermain GTA dan mencoba sesuatu yang lain," kata Sundberg. "Saya melihat Samson seperti zaman dulu saat film aksi berdurasi 90 menit, bukan lebih dari dua jam. Saya terus kembali menonton Die Hard, Ronin, First Blood, dan Rambo. Saya rasa ada ruang untuk kami di sana, dan itulah tempat yang ingin saya tuju."
Perbandingan ini tetap relevan meskipun durasi tepatnya tidak sepenuhnya sama (Die Hard dan Ronin keduanya berdurasi lebih dari dua jam). Gagasan utamanya jelas: Samson ingin tampil fokus, langsung, dan efisien. Sebuah game kriminal yang benar-benar bisa Anda selesaikan tanpa harus menghabiskan seperempat tahun untuk menamatkannya.
Jalan yang lebih terjal menuju peluncuran
Mencapai tanggal 8 April bukanlah hal yang mudah. Samson bermula sebagai proyek yang jauh lebih besar, namun Liquid Swords memangkas sekitar setengah stafnya pada 2025, yang memaksa perubahan besar di tengah pengembangan. Sundberg mengatakan bahwa perubahan tersebut justru membantu game ini menemukan identitas yang lebih jelas, meskipun prosesnya sangat berat.
Klip gameplay tahun 2025 memicu perbandingan instan dengan GTA IV, yang dianggap Sundberg sebagai validasi, bukan kritik. Tim tidak pernah berencana untuk menyamai cakupan Rockstar, yang ia sebut "mustahil". Tujuannya selalu untuk menciptakan sesuatu yang bisa eksis berdampingan dengan GTA 6 alih-alih berpura-pura menantangnya secara langsung.
Apa artinya bagi pemain
Dengan GTA 6 yang mendominasi setiap percakapan tentang game kriminal open-world, Samson mengambil pendekatan yang terukur. Genre ini memiliki ruang untuk banyak judul, dan label harga $25 menghilangkan sebagian besar keraguan yang mungkin menghalangi pemain untuk mencoba sesuatu di luar ekosistem Rockstar.
Apakah pembingkaian Sundberg yang menyebut Samson sebagai Die Hard bagi Oppenheimer-nya Rockstar akan terbukti, sepenuhnya bergantung pada eksekusi. Peluncuran pada 8 April akan menjawabnya dengan cepat. Pastikan untuk menyimak lebih lanjut:








