Treasure DAO telah mengumumkan penutupan resmi Treasure Chain, yang akan berlangsung pada 30 Mei 2025. Setelah persetujuan komunitas terhadap proposal TIP-52, tim telah mulai memigrasikan likuiditas dan aset kembali ke Layer 1 Ethereum dan Arbitrum. Pemegang memiliki waktu hingga akhir Mei untuk memindahkan semua aset, termasuk ETH, MAGIC, SMOL, dan NFT seperti WOP The Beacon.
Tentang Treasure DAO
Treasure DAO dikenal sebagai platform dan ekosistem gaming terdesentralisasi yang didukung oleh token MAGIC. Mereka telah membangun kehadiran yang kuat dengan mengembangkan game milik komunitas, koleksi NFT, dan alat di seluruh ruang gaming web3. DAO juga telah mendukung pertumbuhan Smolverse, The Beacon, dan beberapa proyek web3-native lainnya, memposisikan dirinya sebagai pemain kunci dalam gaming web3 sejak awal era play-to-earn.
Pada tahun 2023, Treasure meluncurkan Treasure Chain, sebuah chain Layer 2 khusus yang dibangun untuk menampung proyek-proyek yang berpusat pada MAGIC dan menawarkan transaksi yang lebih murah untuk game dan kolektor. Ini dimaksudkan sebagai solusi jangka panjang untuk skalabilitas dan onboarding pengguna. Namun, kebutuhan ekosistem yang berkembang dan pasar web3 yang lebih luas telah menyebabkan perubahan strategi.

Ekosistem Treasure
Mengapa Treasure Chain Ditutup?
Keputusan ini didorong oleh pertimbangan teknis dan strategis. Mempertahankan chain khusus membutuhkan sumber daya berkelanjutan, audit keamanan, dan keterlibatan komunitas. Seiring dengan pergeseran lanskap web3 dan terus matangnya solusi Layer 2 seperti Arbitrum, Treasure DAO memutuskan bahwa lebih berkelanjutan untuk bermigrasi kembali ke infrastruktur Ethereum yang sudah mapan.
TIP-52, proposal yang menyerukan penutupan Treasure Chain, disahkan melalui pemungutan suara komunitas awal tahun ini. Tim Treasure menekankan bahwa langkah ini akan memungkinkan mereka untuk lebih fokus pada pengembangan game mereka dan ekosistem MAGIC tanpa beban mempertahankan chain mandiri.
Detail Penting tentang Proses Penutupan dan Migrasi
Penutupan chain berlangsung dengan cepat. Bridging ke Treasure Chain telah dinonaktifkan, dan tim telah berhasil memigrasikan likuiditas MAGIC-ETH ke mainnet Ethereum, di mana sekarang aktif diperdagangkan di Uniswap. Likuiditas SMOL-MAGIC juga sedang dalam proses migrasi. Topaz Testnet dijadwalkan akan ditutup pada 9 Mei 2025, sementara penutupan mainnet ditetapkan pada 30 Mei 2025.
Pemegang sangat dianjurkan untuk memindahkan aset mereka sebelum tanggal penutupan. Ini termasuk memindahkan MAGIC dan ETH ke Layer 1 menggunakan Treasure Bridge, memindahkan token SMOL melalui Nexus, mentransfer NFT WOP Beacon ke Arbitrum, dan menghapus posisi likuiditas yang tersisa yang terhubung ke Treasure Chain.

Treasure Bridge
$MAGIC dan Ekosistem Treasure
Meskipun Treasure Chain ditutup, MAGIC tidak akan kemana-mana. Ini akan terus menjadi token inti ekosistem Treasure DAO, dengan likuiditas dan utilitasnya sekarang sepenuhnya beralih ke Ethereum dan Arbitrum—dua jaringan yang paling andal dan banyak digunakan di web3.
Bagi pemegang MAGIC, transisi ini dapat mengarah pada likuiditas yang lebih dalam, perdagangan yang lebih lancar, dan lebih banyak peluang untuk integrasi dengan proyek di luar ekosistem Treasure sendiri. Tanpa beban mempertahankan chain khusus, tim sekarang dapat fokus pada membangun kemitraan, mengembangkan game baru, dan memperluas ekosistem secara keseluruhan.
Langkah ini tidak boleh dilihat sebagai Treasure DAO yang mundur. Sebaliknya, ini adalah poros strategis menuju fleksibilitas yang lebih besar dan keberlanjutan jangka panjang. DAO telah mengkonfirmasi komitmennya untuk mendukung judul-judul yang ada seperti The Beacon dan Smolverse, sementara juga membuka jalan bagi game dan pengalaman web3-native yang baru. Treasure juga menggandakan pengembangan produk unggulannya, termasuk Smolverse dan Bridgeworld, memastikan mereka tetap menjadi pilar utama ekosistem ke depannya.

Produk Treasure DAO
Pemikiran Akhir
Penutupan Treasure Chain mencerminkan tren yang lebih luas dalam gaming web3. Meskipun meluncurkan chain atau subnet khusus tampak menjanjikan pada awalnya, banyak proyek akhirnya menghadapi tantangan seperti pemeliharaan jaringan, likuiditas yang terfragmentasi, dan perubahan permintaan pasar. Untuk ekosistem yang lebih kecil atau menengah, hambatan ini dapat membuat chain khusus sulit dipertahankan. Keputusan Treasure DAO untuk bermigrasi kembali ke jaringan yang lebih besar seperti Ethereum dan Arbitrum mengikuti jalur yang diambil oleh proyek lain yang mencari keamanan yang lebih kuat dan lebih banyak likuiditas.
Saat Treasure Chain mendekati penutupannya, perhatian sekarang beralih ke apa yang akan terjadi selanjutnya. Treasure DAO tetap menjadi pemain kunci dalam ruang gaming web3, dan memindahkan MAGIC serta aset terkait ke Ethereum dan Arbitrum dapat menjadi dasar bagi fase pertumbuhan baru. Pemegang MAGIC harus memindahkan aset mereka sesegera mungkin dan mengawasi pengumuman mendatang yang mencakup game baru, kemitraan, dan arah masa depan ekosistem.







