Studio game Web3, Valeria Games, telah mengumumkan bahwa mereka kehabisan dana, yang menyebabkan penghentian pengembangan dan dukungan untuk game mobile unggulan serta trading card game (TCG) mereka. Pengumuman ini muncul hanya dua minggu setelah berakhirnya Season 1 dari Valeria: Land Before the War, membuat banyak pemain merasa frustrasi dan tidak pasti mengenai masa depan proyek tersebut.

Banner Sampul Valeria Games di X (Twitter)
Pernyataan Valeria Games
Dalam pernyataan yang diunggah di X (Twitter), tim Valeria Games menginformasikan kepada komunitas mengenai situasi keuangan mereka, dengan menyatakan bahwa perusahaan akan menghentikan pengembangan sambil mencari investor atau calon pembeli. Tim juga mengonfirmasi bahwa acara token generation event (TGE) $LOV yang sebelumnya direncanakan telah ditunda tanpa batas waktu. Meskipun pengumuman tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan komunitas, pihak perusahaan tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai bagaimana mereka sampai pada titik ini.
Berita ini memicu reaksi keras dari komunitas gaming, dengan banyak pihak mempertanyakan bagaimana perusahaan bisa kehabisan dana begitu mendadak. Reaksi negatif ini sangat intens di kalangan pemain yang telah berpartisipasi dalam kampanye play-to-airdrop (P2A) baru-baru ini, yang dilaporkan telah menghasilkan lebih dari 20 juta transaksi dan melibatkan lebih dari 100.000 unique active wallet di XAI blockchain. Beberapa pemain menyuarakan kekhawatiran bahwa perusahaan telah melakukan kesalahan pengelolaan dana, sementara yang lain menuduh perusahaan menyesatkan komunitas dengan terus mempromosikan game tersebut meskipun mengetahui adanya kendala keuangan.
Cesar Martinez, sosok terkemuka di ruang gaming web3 dan anggota Wolves DAO, mengungkapkan skeptisisme di X (Twitter), dengan berargumen bahwa kesulitan keuangan tidak muncul dalam semalam dan tim seharusnya menyadari situasi tersebut lebih awal. Komentarnya mencerminkan frustrasi yang lebih luas di kalangan pemain yang merasa terkejut dengan penghentian pengembangan yang tiba-tiba.

Statistik Januari 2025
Pasang Surut Valeria Games
Valeria Games, yang awalnya dikenal sebagai Antebellum Games, memasuki industri gaming web3 pada tahun 2022 dengan rencana ambisius untuk mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam game, trading card game, dan koleksi digital. Perusahaan dengan cepat menarik perhatian melalui kemitraan utama, peluncuran produk, dan upaya keterlibatan komunitas.
Pada tahun 2022, Valeria Games berkolaborasi dengan proyek NFT ternama seperti Creepz dan Kaiju Kingz, yang membantu membangun kehadirannya di ruang blockchain gaming. Tahun berikutnya, perusahaan berekspansi ke webcomic, menarik lebih dari 300.000 pembaca dalam satu minggu. Mereka juga memperkenalkan prototipe trading card game fisik, yang semakin mendiversifikasi penawaran mereka. Pada Desember 2023, koleksi Founder's Set terjual habis hanya dalam 23 detik, menunjukkan permintaan yang kuat terhadap proyek tersebut.
Pada Oktober 2024, perusahaan secara resmi meluncurkan Valeria: Land Before the War, sebuah game mobile strategi real-time yang terinspirasi oleh mekanik ala Pokémon. Tak lama kemudian, mereka bermigrasi ke blockchain Layer 3 XAI, dengan tujuan untuk mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan fungsionalitas on-chain. Pencapaian-pencapaian ini menunjukkan perusahaan yang berada di jalur pertumbuhan yang kuat, membuat keruntuhan finansial yang tiba-tiba ini semakin mengejutkan bagi komunitasnya.

Kesuksesan Valeria: Season 1
Pertanyaan Mengenai Kesalahan Pengelolaan Keuangan
Penghentian pengembangan yang mendadak telah memicu spekulasi yang berkembang mengenai manajemen keuangan perusahaan. Beberapa pemain meyakini bahwa studio mungkin telah salah menghitung sumber daya mereka, sementara yang lain mencurigai bahwa situasi tersebut mungkin mengindikasikan kekhawatiran yang lebih serius, seperti penyajian yang keliru mengenai kesehatan keuangan proyek.
Hanya beberapa minggu sebelum pengumuman tersebut, Valeria Games secara aktif mempromosikan kesuksesan mereka dan memberikan bocoran mengenai kemitraan mendatang dengan platform seperti Moca Network. Mengingat upaya perusahaan untuk menciptakan antusiasme seputar perkembangan di masa depan, banyak pemain kini merasa disesatkan. Kurangnya komunikasi yang jelas mengenai pengembalian dana atau kompensasi untuk pembelian dalam game dan airdrop yang dijanjikan telah semakin mengikis kepercayaan terhadap perusahaan.

Valeria: Founder's Set Case
Ketidakpastian Mengenai Masa Depan
Untuk saat ini, Valeria Games menyatakan bahwa game tersebut akan tetap online sementara tim menjajaki peluang pendanaan. Namun, tidak ada roadmap yang jelas mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya. Perusahaan belum memberikan pembaruan resmi mengenai apakah pemain akan menerima kompensasi atau apakah ada peluang realistis untuk melanjutkan pengembangan.
Situasi ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh proyek gaming web3, di mana ketidakstabilan keuangan dapat dengan cepat menyebabkan ketidakpastian bagi pengembang maupun pemain. Apakah Valeria Games dapat pulih dari kemunduran ini masih harus dilihat, namun untuk saat ini, komunitasnya ditinggalkan dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.







