Kebanyakan pemain di DragonSword: Awakening memilih hero hanya berdasarkan penampilan yang keren atau siapa yang pertama kali mereka buka. Hal itu mungkin cukup untuk beberapa jam pertama permainan. Namun, begitu bos mulai memberikan perlawanan sengit, kamu memerlukan tim yang dibangun berdasarkan sinergi, bukan sekadar kekuatan individu. Kombinasi hero yang tepat akan mengubah pertarungan sulit menjadi kemenangan yang terkendali. Kombinasi yang salah hanya akan membuat pertarungan terasa melelahkan dan membuat frustrasi.
Mengapa sinergi tim lebih penting daripada kekuatan mentah?
Kekuatan hero memang penting, tetapi ada batasnya. Keunggulan yang sesungguhnya datang dari memasangkan karakter yang kemampuannya saling berkaitan (chain). Ketika satu hero memberikan status effect dan kit hero lain dirancang untuk menghukum status tersebut, kamu akan memberikan damage yang jauh lebih besar daripada jika mereka beraksi sendirian. Kamu juga akan mendapatkan transisi yang lebih mulus antar karakter selama pertarungan, yang menjaga momentum tetap terjaga alih-alih terhenti saat menunggu cooldown.
Di awal permainan, sebagian besar hero masih terkunci, sehingga pilihanmu terbatas. Rencanakan pembukaan hero dengan mempertimbangkan komposisi ini agar kamu tidak membuang resource untuk karakter yang tidak cocok dengan struktur tim yang kuat.

Pemilihan hero dan pengaturan tim
Apa tim terbaik untuk digunakan?
Bleed dan Stun
Ini adalah tim terkuat yang tersedia saat ini, dan perbedaannya cukup jauh. Inti dari tim ini adalah Theresia, yang dapat memberikan efek Bleed dan Stun sekaligus. Kemampuan dual-status itulah yang membuat komposisi ini sangat berbahaya. Begitu Theresia memberikan efek Bleed pada musuh, kemampuan keduanya akan menyusul dengan Stun, yang membuka celah bagi Roxy untuk masuk ke pertarungan dan memberikan damage besar.
Rotasinya adalah sebagai berikut:
- Buka dengan Theresia dan berikan efek Bleed menggunakan kemampuan utamanya.
- Aktifkan kemampuan keduanya untuk memberikan efek Stun pada target.
- Ganti ke Roxy dan aktifkan kemampuannya saat musuh terkena Stun.
- Pertahankan output damage Roxy hingga durasi Stun berakhir.
- Masukkan hero di slot ketiga, yaitu Lute atau Castella.
Lute adalah pilihan ketiga yang lebih baik bagi kebanyakan pemain karena ia memberikan healing yang sangat berharga saat menghadapi bos. Castella bisa digunakan jika kamu ingin menumpuk lebih banyak Stun dan bermain lebih agresif dalam mengontrol musuh, tetapi kamu akan mengorbankan sustainabilitas tim. Setelah menguji kedua opsi melawan bos yang lebih sulit, healing dari Lute menjaga tim tetap hidup cukup lama untuk menyelesaikan rotasi damage berkali-kali.
Airborne
Tim Airborne membutuhkan lebih banyak latihan daripada tim lainnya karena kamu harus memahami pola gerakan setiap karakter sebelum kombonya bisa berjalan lancar. Imbalannya adalah akses konsisten ke kelemahan musuh setelah kamu menguasai timing-nya. Lineup terbaik di sini adalah Reina, Castella, dan Lute, dengan Aria sebagai pengganti Lute yang layak.
Urutan kombonya adalah sebagai berikut:
- Mulai dengan Reina dan gunakan Rising Cutter atau Wind Slayer untuk meluncurkan target ke udara.
- Segera susul dengan skill Tempest Signal milik Reina begitu musuh mulai terangkat.
- Ganti ke Lute dan aktifkan skill signal miliknya untuk memperpanjang durasi juggle.
- Masukkan Castella terakhir untuk membanting target yang melayang ke tanah demi damage yang besar.
- Ulangi seluruh urutan dari awal.
Kunci dari tim ini adalah timing pergantian karakter yang tepat. Jika kamu memasukkan Castella sebelum Lute memperpanjang juggle, durasinya akan berakhir terlalu cepat dan kamu akan kehilangan sebagian besar damage. Lute lebih disukai daripada Aria di slot ini karena ia tersedia sejak awal permainan, sehingga kamu tidak perlu menunda untuk membangun tim ini.
Stagger dan Control
Tim ini dibangun khusus untuk melumpuhkan musuh dengan armor tebal. Ornette, Castella, dan Alex bekerja sama untuk menghancurkan power armor musuh dengan cepat melalui damage berat yang berkelanjutan, kemudian memanfaatkan target yang terbuka setelah perisainya hancur.
Pendekatannya cukup sederhana:
- Buka dengan Ornette atau Alex, keduanya memberikan serangan berat yang dibutuhkan untuk memecahkan armor.
- Fokus pada menguras perlindungan musuh hingga kamu memicu knockdown.
- Ganti ke Castella dan gunakan kemampuannya untuk menekan musuh saat mereka rentan.
- Kembali ke Ornette atau Alex dan ulangi siklusnya.
Komposisi ini bekerja lebih baik melawan bos daripada musuh biasa karena mekanik penghancur armor paling berharga saat target memiliki perlindungan yang signifikan. Melawan musuh biasa, waktu setup-nya mungkin terasa lambat. Namun, melawan bos ber-armor, tim ini membuat pertarungan yang seharusnya sulit menjadi lebih mudah dikelola.
Tim ramah pemula
Jika daftar hero kamu masih sedikit, gunakan Lute, Theresia, dan Ornette. Ini bukan komposisi yang paling optimal dalam game, tetapi sudah mencakup dasar-dasarnya dengan baik. Kamu mendapatkan damage yang layak dari Theresia dan Ornette, serta Lute memberikan healing yang cukup untuk menjaga tim tetap hidup melalui pertarungan yang lebih sulit di awal permainan.
Tidak ada rantai kombo yang rumit di sini. Kamu bisa mengganti Ornette dengan Roxy jika ingin fokus pada damage Bleed, atau mengganti Theresia dengan Castella untuk beralih ke gaya Stagger dan Control. Anggap tim ini sebagai titik awal yang fleksibel yang nantinya bisa dikembangkan menjadi komposisi yang lebih kuat seiring kamu membuka lebih banyak hero.

Ringkasan tim pemula
Bagaimana cara beralih dari tim pemula ke tim tingkat lanjut?
Tim pemula hanyalah jembatan, bukan tujuan akhir. Setelah kamu memiliki Theresia dan Roxy, beralihlah ke komposisi Bleed dan Stun. Ini adalah tim tingkat lanjut yang paling mudah digunakan namun tetap menjadi yang paling kuat. Tim Airborne sebaiknya digunakan setelah kamu merasa nyaman dengan pergantian karakter secara umum, karena timing juggle yang salah bisa berakibat fatal.
Bagi pemain yang kesulitan dengan timing Airborne, tim Stagger dan Control adalah alternatif kuat yang tidak memerlukan jendela pergantian karakter yang presisi. Tim ini memang lebih lambat tetapi konsisten, dan sangat efektif menangani bos ber-armor yang sering menjadi penghalang bagi pemain di pertengahan permainan.
DragonSword: Awakening berada di ranah adventure games, dan kedalaman pembangunan tim di sini adalah salah satu alasan utama mengapa game ini menonjol dalam genrenya. Mendapatkan komposisi yang tepat sejak awal berarti lebih sedikit pengulangan dan lebih banyak progres. Untuk build dan panduan strategi lainnya, koleksi lengkap panduan strategi DragonSword: Awakening memiliki semua yang kamu butuhkan untuk terus maju.


