Overview
God of War: Ascension adalah entri ketujuh dalam seri panjang Sony Santa Monica dan yang pertama mengambil latar waktu mundur secara kronologis, menempatkan Kratos beberapa bulan setelah pembunuhan keluarganya, bukan bertahun-tahun setelahnya. Game ini dibuka dengan Kratos yang dipenjara di dalam tubuh Aegaeon the Hecatonchires, sebuah penjara batu kolosal yang dibangun dari mayat pelanggar sumpah pertama, dan keseluruhan cerita terungkap saat ia berjuang untuk meloloskan diri. Kerangka cerita tersebut menciptakan nuansa yang lebih gelap dan personal dibandingkan tontonan penghancuran dunia di seri-seri berikutnya.
Narasinya berpusat pada Furies, tiga penjaga kuno yang lahir dari kekacauan perang primordial, yang tujuannya adalah menghukum para pelanggar sumpah. Kratos melanggar ikatan darahnya dengan Ares, dan Furies ingin membawanya kembali. Ceritanya lebih padat dan memiliki landasan mitologi yang lebih kuat daripada God of War III, menukar skala apokaliptik dengan sesuatu yang lebih mirip pelarian dari penjara psikologis dengan latar mitologi Yunani.

God of War: Ascension content image
Gameplay dan mekanik
Core combat loop-nya masih mempertahankan fondasi Blades of Chaos yang memuaskan, namun Ascension menambahkan lapisan mekanik yang berarti di atasnya. Sistem World Weapon memungkinkan Kratos untuk mengambil dan menggunakan senjata musuh di tengah pertarungan, mulai dari tombak hingga gada, sebelum membuangnya untuk mengambil senjata baru. Senjata-senjata ini terasa unik dan bukan sekadar kosmetik, masing-masing mengubah ritme pertarungan.

God of War: Ascension content image
Mekanik kunci dalam Ascension:
- Sistem World Weapon untuk mengambil senjata saat bertarung
- Empat disiplin sihir elemen yang terikat pada dewa-dewa Yunani
- Rage meter yang otomatis berkurang saat diaktifkan
- Tiga relik untuk manipulasi waktu, duplikasi bayangan, dan menyingkap ilusi
- Blades of Chaos sebagai senjata utama yang persisten
Empat disiplin sihir, Fires of Ares, Ice of Poseidon, Lightning of Zeus, dan Soul of Hades, masing-masing mengubah perilaku senjata Kratos dan membuka kemampuan situasional. Ice of Poseidon, misalnya, memungkinkan Kratos bernapas di bawah air, yang berpengaruh langsung pada penjelajahan lingkungan, bukan sekadar statistik pertarungan. Sistem Rage juga dirombak; alih-alih aktivasi manual, meteran akan terisi melalui serangan dan aktif secara otomatis, sehingga menghukum gaya bermain yang pasif.

God of War: Ascension content image
Apa yang ditawarkan mode multiplayer?
God of War: Ascension adalah game pertama dalam seri ini yang menyertakan multiplayer online, dan game ini membangun sistem yang sangat lengkap di seputar konsep tersebut. Sebelum masuk antrean (queuing), pemain harus bersumpah setia kepada salah satu dari empat dewa: Ares, Hades, Zeus, atau Poseidon. Setiap afiliasi akan menentukan kemampuan, set armor, dan senjata yang tersedia seiring meningkatnya level warrior pemain.
Empat mode multiplayer mencakup struktur kompetitif yang berbeda. Team Favor of the Gods beroperasi sebagai mode berbasis skor tim, Match of Champions berfokus pada kejayaan individu, Trial of the Gods menjatuhkan pemain ke dalam pertarungan berbasis gelombang musuh, dan Capture the Flag menerjemahkan mode klasik tersebut ke dalam pertarungan arena khas Ascension. Sistem progres mengaitkan pembukaan gear dengan pengalaman yang diperoleh di semua mode, memberikan alasan konsisten bagi pemain untuk terus bermain.
Inovasi dan fitur unik
Ascension hadir pada Maret 2013 sebagai eksklusif PS3, dan ambisi teknisnya pada perangkat keras tersebut tetap patut diperhitungkan. Furies sendiri adalah salah satu antagonis paling menarik dalam seri ini, yang mampu menciptakan ilusi rumit yang mengaburkan batas antara apa yang dirasakan Kratos dan apa yang sebenarnya terjadi. Tiga relik yang dirancang untuk melawan ilusi ini memberikan kualitas hybrid puzzle-combat yang jarang dieksplorasi oleh seri utama.

God of War: Ascension content image
Posisi prekuel juga memungkinkan Ascension untuk menampilkan sosok Kratos yang marah dan berbahaya, namun belum menjadi penghancur yang termitologisasi sepenuhnya seperti di game-game selanjutnya. Versi karakter tersebut, yang masih bisa dipenjara dan dimanipulasi, membuat aksi hack-and-slash terasa lebih membumi dengan cara yang tidak pernah dibutuhkan oleh sekuel-sekuelnya.



