Overview
IMMORTALITY adalah game misteri interaktif live-action yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Half Mermaid, studio yang dipimpin oleh Sam Barlow, kreator di balik game yang menuai pujian kritis, Her Story. Dirilis pada 30 Agustus 2022, game ini berpusat pada Marissa Marcel, seorang aktris film fiktif yang membintangi tiga film di tiga dekade berbeda, yang semuanya tidak pernah dirilis. Tugas pemain terlihat sederhana: menelusuri arsip rekaman yang baru ditemukan dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya.
Mekanik inti yang mendefinisikan pengalaman bermain ini adalah "match cut," sebuah teknik sinematik yang diambil langsung dari bahasa penyuntingan film. Dengan mengeklik orang, objek, atau elemen visual di dalam klip, pemain akan melompat ke potongan rekaman lain yang memiliki gambar yang cocok. Ini menciptakan jalur non-linear melalui arsip, yang disusun secara organik oleh pemain alih-alih mengikuti urutan yang sudah ditentukan. Rasanya tidak seperti menavigasi menu, melainkan seperti sedang menyunting sebuah film.
Apa yang Membuat Gameplay IMMORTALITY Unik?
IMMORTALITY menjawab pertanyaan tentang seperti apa game yang benar-benar sinematik dengan menjadikan tata bahasa film sebagai antarmuka utamanya. Sistem match-cut bukan sekadar gimmick; sistem ini berfungsi sebagai mekanisme investigasi utama yang memberikan reward atas rasa penasaran dan ketelitian visual pemain.

Mekanik dan fitur utama meliputi:
- Navigasi match-cut melalui rekaman live-action
- Tiga film fiktif lengkap yang mencakup tahun 1968, 1970, dan 1999
- Materi di balik layar, wawancara, dan screen test
- Misteri berlapis yang semakin mendalam di ketiga arsip film
- Tersedia di Xbox, PlayStation, PC, iOS, Android, dan macOS
Volume materi yang disajikan sangatlah masif. Pemain tidak hanya menjelajahi adegan dari ketiga film tersebut, tetapi juga latihan, audisi, dan rekaman jujur di balik layar, di mana setiap klip menawarkan benang merah baru untuk diikuti.

Tiga Film yang Hilang, Tiga Dunia yang Berbeda
Ketiga film yang menjadi pusat dari IMMORTALITY masing-masing memiliki identitas yang unik. Film pertama, Ambrosio (1968), adalah adaptasi horor Gotik dari novel M.G. Lewis berjudul "The Monk," yang disutradarai oleh Alan Fischer, dengan Marissa memerankan karakter Matilda yang terkenal. Minsky (1970) beralih ke genre thriller, menempatkan karakter Marcel sebagai muse yang dicurigai membunuh seorang seniman terkenal di New York. Film terakhir, Two of Everything (1999), adalah eksplorasi subversif tentang identitas dan dualitas, yang mengikuti kisah seorang bintang pop dan pemeran penggantinya.
Setiap era produksi ditampilkan dengan autentisitas periode yang luar biasa, mulai dari tekstur visual rekaman hingga kostum, dialog, dan konvensi pembuatan film pada masa itu. Berpindah antar dekade menciptakan sensasi disorientasi namun menarik, seolah-olah arsip itu sendiri hidup dan mengatur ulang dirinya berdasarkan rasa penasaran pemain.

Desain Visual dan Audio: Sinema sebagai Media yang Dapat Dimainkan
IMMORTALITY berkomitmen penuh pada format live-action-nya. Rekaman tersebut membawa karakteristik grain dan warna yang sesuai dengan setiap era, memberikan kualitas arsip yang taktil dan autentik. Akting para pemain, terutama aktris utama Manon Gage sebagai Marissa Marcel, memberikan bobot dramatis yang nyata di ketiga produksi tersebut.
Desain suara mencerminkan perhatian terhadap detail periode ini, dengan audio setiap film yang mencerminkan eranya masing-masing. Hasilnya adalah sebuah pengalaman di mana batas antara game dan film melebur dengan cara yang sangat mengejutkan.
Dampak dan Warisan
IMMORTALITY menerima pengakuan kritis yang luas saat dirilis, mendapatkan skor sempurna 10/10 dari majalah Edge, yang menyebutnya sebagai "standar baru bagi kreator dan genre ini." Game ini menjadi pilihan resmi di festival Tribeca 2022 dan menerima pengakuan Best of E3 dari PC Gamer. Di PlayStation, game ini memiliki rating rata-rata 4.49 dari 5 bintang dari lebih dari 400 rating pengguna, yang mencerminkan apresiasi berkelanjutan dari para pemain di berbagai platform.

Kesimpulan
IMMORTALITY berdiri sebagai salah satu pengalaman point-and-click paling inovatif yang tersedia di berbagai platform. Sam Barlow dan Half Mermaid membangun misteri yang menggunakan arsitektur sinema itu sendiri sebagai subjek sekaligus antarmukanya. Bagi pemain yang menyukai game berbasis narasi yang memperlakukan interaktivitas lebih dari sekadar menekan tombol, misteri live-action ini memberikan investigasi yang benar-benar unik mengenai seni, identitas, dan kehilangan.






