• Beranda
  • Game
  • Panduan
  • Berita
  • Ulasan
  • Misi
  • Kotak Misteri
  • Buy Games
  • Daftar
  • GAMES+
  • Penawaran & Diskon (Buka dengan GAMES+)
  • Kalender Game (Buka dengan GAMES+)
Layers of Fear (2016) Banner
  1. Game
  2. Layers of Fear (2016)
  3. Ringkasan

Layers of Fear (2016)

Tentang Layers of Fear (2016)

Studio

Bloober Team SA

Situs Web

layersoffear.com

Tanggal Rilis

Februari 15. 2016

Layers of Fear (2016) Logo
Layers of Fear (2016)
PetualanganIndieTeka-teki

Jelajahi mansion Victoria yang penuh kegilaan di Layers of Fear (2016). Ungkap rahasia kelam sang pelukis dalam petualangan horor psikologis orang pertama yang mencekam.

Pengembang

Bloober Team SA

Tanggal Rilis

Februari 15. 2016

Platform

Pendahuluan

Layers of Fear (2016) dari Bloober Team membawamu ke dalam pikiran retak seorang pelukis yang terobsesi hingga rumahnya berubah menjadi labirin yang tak masuk akal. Ruangan terus berubah, lorong berputar, dan lukisan di dinding menyimpan kisah mengerikan. Game horor psikologis ini adalah salah satu walking simulator paling menegangkan yang wajib kamu coba!

Layers of Fear (2016) Gallery 1
Layers of Fear (2016) Gallery 2
Layers of Fear (2016) Gallery 3
Layers of Fear (2016) Gallery 4
Layers of Fear (2016) Gallery 5
Layers of Fear (2016) Gallery 6
Layers of Fear (2016) Gallery 7
Layers of Fear (2016) Gallery 8
Layers of Fear (2016) Gallery 9
Layers of Fear (2016) Gallery 10

Overview

Layers of Fear, yang dirilis pada 15 Februari 2016 oleh Bloober Team, adalah game psychological horror sudut pandang orang pertama yang berlatar di dalam mansion bergaya Victoria yang luas, yang terus berubah dan bermutasi di setiap langkah. Pemain berperan sebagai seorang pelukis yang terjebak dalam obsesi dan kegilaan, menjelajahi rumah yang tidak mengikuti aturan arsitektur atau logika. Tujuannya adalah menyelesaikan sebuah mahakarya, namun jalan menuju penyelesaiannya justru menguak lapisan demi lapisan trauma, duka, dan kehancuran mental.

Game ini sangat terinspirasi dari tradisi seni lukis abad ke-19 dan estetika era Victoria, merujuk pada jenis kanvas megah dan kelam yang sering terpajang di museum dan membuat siapa pun yang menatapnya terlalu lama merasa tidak nyaman. Bloober Team membangun seluruh bahasa visual berdasarkan pengaruh ini, dan hal tersebut terlihat jelas di setiap ruangan yang dilewati sang pelukis.

Layers of Fear (2016) content image

Layers of Fear (2016) content image

Gameplay dan mekanik

Pada dasarnya, Layers of Fear adalah walking simulator dengan elemen puzzle yang disisipkan untuk memecah suasana eksplorasi. Tidak ada musuh untuk dilawan dan tidak ada health bar yang perlu dikelola. Ketegangan sepenuhnya dibangun dari penceritaan lingkungan (environmental storytelling) dan kebiasaan rumah tersebut yang berubah bentuk saat kamu berbalik arah.

Layers of Fear (2016) content image

Layers of Fear (2016) content image

Elemen gameplay utama meliputi:

  • Eksplorasi lingkungan melalui ruangan-ruangan yang terus berubah
  • Catatan, surat, dan objek koleksi yang membangun alur cerita
  • Berbagai ending berdasarkan pilihan pemain
  • Urutan puzzle yang terikat pada memori tertentu
  • Peta yang terus berevolusi dan tidak pernah terasa repetitif

Absennya mekanik horor tradisional adalah pilihan yang disengaja. Bloober Team ingin rasa ngeri muncul dari atmosfer, bukan dari jump-scare yang berulang, dan game ini sangat berhasil melakukannya. Ruangan yang terlihat seperti ini tiga puluh detik yang lalu, kini tampak benar-benar berbeda, dan rasa disorientasi tersebut tidak pernah benar-benar hilang.

Layers of Fear (2016) content image

Layers of Fear (2016) content image

Dunia dan latar

Mansion Victoria adalah protagonis sesungguhnya di sini. Setiap ruangan dipenuhi dengan furnitur yang akurat secara historis, barang-barang pribadi yang membusuk, dan lukisan yang berubah nadanya seiring memburuknya kondisi mental sang pelukis. Rumah ini berfungsi sebagai representasi fisik dari pikiran yang rusak, yang mungkin terdengar seperti metafora klise sampai kamu berdiri di lorong yang tiba-tiba tergenang air hitam hingga setinggi mata kaki.

Narasinya terungkap melalui petunjuk lingkungan, bukan cutscene. Surat-surat yang berserakan, foto, dan kliping koran mengisi latar belakang cerita tentang sang pelukis, istrinya, dan tragedi yang memicu segalanya. Pemain yang teliti akan mendapatkan cerita yang jauh lebih kaya dibandingkan mereka yang hanya terburu-buru menyelesaikannya.

Desain visual dan audio

Arahan seni dalam Layers of Fear adalah tempat Bloober Team mencurahkan sebagian besar energi kreatif mereka. Game ini merujuk pada gaya lukisan abad ke-19 yang nyata, dan cara lingkungan bertransisi antar kondisi memiliki kualitas artistik yang sangat kental. Warna-warna memudar dan bergeser. Tekstur berubah saat dilihat sekilas. Ini adalah jenis desain visual yang membuat game ini layak menyandang label psychedelic horror.

Desain audionya pun menandingi ambisi visualnya. Musik latarnya menggunakan dentuman string yang disonan dan ambient noise untuk menjaga pemain dalam kondisi gelisah yang konstan, dan efek suara yang terikat pada transformasi rumah tersebut sangat efektif. Langkah kaki, kayu yang berderit, dan denting piano dari kejauhan memberikan dampak yang lebih besar daripada soundtrack game horor kebanyakan.

Layers of Fear (2016) content image

Layers of Fear (2016) content image

Dampak dan warisan

Layers of Fear hadir di saat game horor sudut pandang orang pertama mulai mendapatkan audiens yang serius, dan game ini membantu mengukuhkan Bloober Team sebagai studio yang patut diperhitungkan. Rating di PlayStation Store mencapai 4.47 dari 5 berdasarkan hampir 9.000 penilaian, yang mencerminkan basis pemain yang merespons dengan tulus terhadap apa yang ingin dicapai oleh game ini. Game ini melahirkan DLC berjudul Inheritance, versi Nintendo Switch berjudul Legacy, dan akhirnya berkontribusi pada katalog game psychological horror Bloober Team yang lebih luas. Untuk sebuah debut studio yang dibanderol seharga $19.99 dan memiliki skala yang relatif sederhana, jejaknya dalam genre ini sulit untuk diabaikan.

Loading table...