Survei liburan terbaru dari Entertainment Software Association mengungkapkan bahwa gaming tetap menjadi primadona dalam daftar keinginan anak-anak di Natal tahun ini. Pengeluaran digital memimpin tren, dengan in-game currency kini menjadi hadiah yang paling banyak diminta oleh anak-anak di AS. Data ini menegaskan bagaimana pemain muda lebih memprioritaskan aset virtual dan pengalaman bermain dibandingkan produk fisik tradisional.

Dapatkan langganan GTA+ 1 bulan dengan melakukan pre-order.
Pre-Order GTA 6 Sekarang
In-Game Currency Mendominasi Permintaan Liburan
ESA menyurvei lebih dari 700 anak berusia 5 hingga 17 tahun. Hasilnya menunjukkan 43% berencana untuk meminta in-game currency di musim liburan ini. Konsol masih memiliki daya tarik sebesar 39%, sementara video game fisik berada di angka 37%. Video game menempati peringkat tiga besar kategori hadiah secara keseluruhan, memperkuat statusnya sebagai media hiburan utama bagi kelompok usia ini.
Family gaming kini semakin populer. Lebih dari separuh anak yang disurvei menyatakan minat untuk bermain lebih banyak game bersama orang tua mereka. Angka tersebut melonjak hingga 73% di kalangan anak berusia 5 hingga 7 tahun, yang menandakan bahwa gaming berfungsi sebagai aktivitas rumah tangga bersama, bukan sekadar hobi soliter.
Orang Dewasa Berencana Melakukan Pembelian Gaming yang Signifikan
Survei ini mencakup lebih dari 1.100 orang dewasa. Sepertiga di antaranya berniat membeli produk terkait game pada musim liburan ini. Sebagian besar pembelian ditujukan sebagai hadiah: 35% orang dewasa berbelanja untuk anak-anak mereka, sementara 28% membeli untuk pasangan.
Rata-rata rencana pengeluaran berada di angka $500 di seluruh pembeli dewasa. Satu dari empat orang memperkirakan akan menghabiskan di bawah $100. Orang tua secara khusus mengantisipasi pengeluaran rata-rata sebesar $737 untuk anak-anak mereka, meskipun sekitar separuhnya berencana menjaga anggaran mereka di bawah $300. Angka-angka ini mencerminkan daya tarik gaming yang luas di berbagai demografi dan tingkat pengeluaran.
Gaming Mempererat Hubungan Keluarga
Presiden dan CEO ESA, Stan Pierre-Louis, menyoroti peran gaming dalam menyatukan orang-orang. Dengan lebih dari 205 juta orang Amerika bermain game setiap minggunya, media ini berfungsi sebagai jembatan antar generasi. Respons survei mengonfirmasi bahwa anak-anak tidak hanya menghargai game itu sendiri, tetapi juga waktu yang dihabiskan untuk bermain bersama anggota keluarga.
Seiring berkembangnya ekosistem digital ke ranah esports dan pengalaman berbasis web3, permintaan liburan untuk produk gaming menunjukkan betapa terintegrasinya gaming dalam hiburan modern.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Mengapa banyak anak meminta in-game currency?
In-game currency memungkinkan pemain untuk membeli kosmetik, upgrade, atau konten bonus. Mata uang ini dapat digunakan di berbagai game dan memberikan kendali kepada anak-anak atas apa yang ingin mereka buka atau kustomisasi.
Apakah konsol video game masih menjadi hadiah populer?
Ya. Survei ESA menemukan 39% anak meminta konsol, membuktikan bahwa perangkat keras masih penting meskipun ada peningkatan pada barang digital.
Berapa banyak yang direncanakan orang tua untuk pengeluaran hadiah gaming?
Orang tua memperkirakan akan menghabiskan rata-rata $737 untuk hadiah gaming anak-anak mereka. Sekitar separuhnya berencana untuk tetap di bawah $300.
Apakah anak-anak lebih menginginkan game fisik atau item digital?
Item digital memimpin. In-game currency menempati urutan teratas sebesar 43%, sementara game fisik berada di angka 37%.
Apakah orang dewasa membeli barang gaming untuk diri sendiri atau orang lain?
Kebanyakan orang dewasa membeli untuk orang lain. Mayoritas berbelanja untuk anak-anak mereka, diikuti oleh pembelian untuk pasangan.
Apakah gaming menjadi aktivitas keluarga?
Ya. Lebih dari separuh anak yang disurvei ingin bermain lebih banyak game bersama orang tua mereka. Minat memuncak pada 73% di kalangan anak usia 5 hingga 7 tahun.








