Saros diluncurkan pada bulan April dengan penerimaan kritis yang solid, namun angka penjualannya tidak semencolok apa yang dilihat Housemarque pada Returnal. Meski begitu, studio asal Finlandia ini tidak panik. Sebaliknya, mereka justru meyakini bahwa masa terbaik masih akan datang.
Proses bertahap yang terbukti berhasil pada Returnal
Begini faktanya: Returnal juga tidak langsung meledak saat pertama kali dirilis. Mikael Haveri, brand director Housemarque, menunjukkan bahwa Returnal membutuhkan waktu untuk menemukan audiensnya. "Banyak komunitas yang mulai bisa memahaminya sedikit demi sedikit, lalu hal itu menyebar dan orang-orang menjadi lebih tertarik," jelas Haveri. Implikasinya jelas: Saros berada di jalur yang sama, dan studio tersebut bertaruh pada kekuatan promosi dari mulut ke mulut untuk memberikan dampak besar seiring berjalannya waktu.
Saros juga diluncurkan di tengah jendela rilis yang sangat padat, yang tidak membantu visibilitasnya. Game bergenre bullet hell roguelike dengan combat loop yang menantang memang bukan game yang mudah untuk langsung menarik audiens luas di hari pertama. Mereka membutuhkan pemain untuk menyebarkan informasi, klip yang beredar, serta komunitas yang terbentuk di sekitar pengalaman bermain yang menantang dan momen keberhasilan.
Apa yang sebenarnya ingin dibangun oleh Housemarque
Ilari Kuittinen, salah satu pendiri sekaligus kepala studio, menggambarkan momen saat ini sebagai bab pembuka, bukan sebuah vonis akhir. "Ini hanyalah awal dari diskusi dan percakapan dengan komunitas gaming," ujarnya, seraya menambahkan bahwa studio berencana untuk terus memberikan patch, melakukan penyesuaian, dan menambahkan konten selama mereka mampu.
Kuncinya di sini adalah Housemarque tidak hanya berharap penjualan akan meningkat. Mereka secara aktif memosisikan diri sebagai edukator untuk genre yang masih perlu memenangkan hati para pemain. "Kami memiliki dua game unik yang sudah dirilis: Returnal, Saros. Ini adalah hal baru di mana Anda juga perlu mengedukasi pasar, seperti mengatakan, 'Hei, flow state dan bullet ballet ini sangat keren,'" kata Kuittinen.
Penyampaian tersebut sangat penting. Studio ini tidak mengejar tren mainstream. Mereka mencoba menarik pasar mainstream ke arah mereka, satu pemain yang terkonversi demi satu pemain lainnya.
Perbandingan dengan FromSoftware yang ternyata relevan
FromSoftware menghabiskan lebih dari dua dekade membuat game tanpa kompromi sebelum Demon's Souls membuat nama mereka dikenal. Dark Souls membangun momentum tersebut. Elden Ring, 13 tahun kemudian, menjadi fenomena budaya yang nyata. Housemarque melihat alur tersebut sebagai cetak biru.
"Perjalanan FromSoftware dari King's Field hingga menjadi seperti sekarang. Kami tidak berasumsi bahwa kami akan berada di level yang sama, tetapi kami akan tetap mempertahankan inti kami, terus mengedukasi pasar bahwa ini adalah game paling keren yang bisa Anda mainkan. Itulah tujuan kami," kata Kuittinen.
Perbandingan ini bukanlah bentuk kesombongan. Ini adalah filosofi tentang kesabaran dan pembangunan genre. FromSoftware tidak pernah mengejar tren. Mereka menyempurnakan visi mereka hingga pasar akhirnya mengikuti. Housemarque bertaruh bahwa pendekatan yang sama akan berhasil untuk genre bullet hell roguelike.
Tetap independen di pasar yang tidak menyukai kesabaran
Haveri berhati-hati dalam membedakan ambisi dengan kecerobohan. Studio ini "telah mampu menempa arah kami sendiri di industri ini" dan ingin hal itu terus berlanjut, dalam bentuk apa pun. Itu adalah komentar tajam dari studio first-party PlayStation yang menavigasi pasar di mana game dengan awal yang lambat bisa saja dihentikan diam-diam sebelum menemukan audiensnya.
Rencana studio adalah menjaga percakapan tetap hidup melalui pembaruan berkelanjutan dan keterlibatan komunitas, dengan keyakinan bahwa Saros memiliki kedalaman yang cukup untuk menghargai pemain yang meluangkan waktu untuknya. Bagi siapa pun yang ingin mendalami mekanik game sementara komunitasnya sedang dibangun, panduan strategi Returnal mencakup sistem yang memiliki kemiripan DNA dengan Saros.
Housemarque kini memiliki dua game yang menggunakan bahasa yang sama. Apakah Saros akan mengikuti alur kesuksesan Returnal nantinya, itu bergantung pada seberapa lama studio dapat terus beroperasi dan memberikan pembaruan. Bagi tim yang telah membuktikan sekali bahwa kesabaran membuahkan hasil, itu bukanlah hal yang sepele. Jika Anda ingin menjelajahi lebih banyak hal yang ditawarkan genre ini sementara Saros menemukan pijakannya, pusat panduan gaming kami siap membantu Anda.








