Sony Honda Mobility telah resmi menghentikan proyek Afeela 1, kendaraan listrik hasil kerja sama yang memungkinkan penumpang melakukan streaming game PS4 dan PS5 saat di perjalanan. Baik Afeela 1 maupun model kedua yang sedang dikembangkan telah dibatalkan sepenuhnya, sebagaimana dikonfirmasi dalam pernyataan bersama yang diterbitkan di ruang berita Honda.

Beli game dengan harga lebih hemat.
Dapatkan diskon hingga 80%
Bagaimana mobil PlayStation berubah dari sensasi CES menjadi batal
Afeela 1 memiliki konsep yang sangat menarik. Penumpang dapat melakukan streaming game dari PS4 atau PS5 yang ada di rumah, dengan layar interior mobil yang menangani sesi Remote Play. Sony dan Honda secara resmi membentuk Sony Honda Mobility sebagai perusahaan patungan untuk membangun kendaraan listrik (EV) dengan integrasi hiburan semacam ini, dan Afeela 1 ditujukan untuk membuktikan bahwa konsep tersebut dapat berjalan.
Untuk sementara waktu, hal ini tampak nyata. Mobil tersebut muncul di CES, detail harga dan reservasi dipublikasikan, dan pengiriman ditargetkan untuk tahun 2026. Hal itu membuat pengumuman pembatalan pada 25 Maret 2026 terasa lebih mengejutkan daripada sekadar konsep yang ditunda.
Apa yang sebenarnya menghentikan proyek ini
Ini bukan sekadar Sony yang berubah pikiran. Pernyataan resmi merujuk langsung pada penilaian ulang Honda yang lebih luas terhadap strategi elektrifikasi mereka, yang diumumkan oleh produsen mobil tersebut pada 12 Maret 2026. Perubahan strategis tersebut mengubah "asumsi dasar" operasional Sony Honda Mobility, termasuk teknologi dan aset yang direncanakan untuk dikontribusikan oleh Honda ke dalam proyek ini.
Turbulensi pasar EV juga berpengaruh. Melambatnya adopsi konsumen, meningkatnya persaingan, dan pergeseran ekonomi produksi telah memaksa hampir setiap produsen mobil besar untuk mempertimbangkan kembali jadwal dan komitmen mereka. Bagi perusahaan patungan baru tanpa kendaraan yang ada di jalan, tekanan pasar semacam itu terasa lebih berat daripada bagi produsen yang sudah mapan.
Hasilnya: baik Afeela 1 maupun model kedua yang belum diberi nama tersebut dibatalkan sepenuhnya, bukan ditunda.
Pola pembatalan Sony yang lebih luas
Hal ini terjadi di tengah masa sulit bagi Sony secara keseluruhan. Perusahaan telah menutup studio, membatalkan proyek live-service, dan menghentikan beberapa inisiatif selama setahun terakhir. Menambahkan mobil ke dalam daftar tersebut adalah kategori pembatalan baru, namun polanya tetap sama: Sony jelas memangkas apa pun yang tidak berkinerja baik atau tidak sesuai dengan fokus strategis yang diperketat.
Afeela 1 juga bukan satu-satunya upaya untuk menghadirkan game ke dalam kendaraan. BMW mengumumkan game kasual di dalam mobil yang dikendalikan melalui ponsel pintar pada tahun 2022. Tesla meluncurkan integrasi Steam pada tahun yang sama, lalu diam-diam menghapusnya dari kendaraan baru sekitar 18 bulan kemudian ketika perangkat keras game-nya tidak lagi mampu menanganinya. Game di dalam kendaraan terus diumumkan, dan terus terbentur pada realitas bahwa mobil dan PC gaming memiliki siklus pengembangan yang sangat berbeda.

Afeela 1 saat debut publiknya
Apa yang sebenarnya hilang bagi penggemar PlayStation
Bagi sebagian besar pemain, Afeela 1 selalu lebih merupakan rasa penasaran daripada pertimbangan pembelian yang nyata. Kendaraan listrik mewah bertema PlayStation tidak akan pernah bisa terjual sebanyak judul first-party baru. Namun, integrasi Remote Play mewakili sesuatu yang layak diperhatikan: gagasan bahwa PlayStation Remote Play dapat meluas secara signifikan ke ruang di luar ponsel dan tablet.
Konsep itu tidak mati hanya karena mobil ini batal. Remote Play sudah berfungsi di berbagai perangkat, dan investasi Sony dalam infrastruktur streaming menunjukkan bahwa fitur ini akan terus berkembang. Afeela 1 adalah salah satu kendaraan untuk gagasan tersebut, bukan satu-satunya. Pastikan untuk melihat lebih banyak:








