Tainted Studios, sebuah studio baru yang didirikan oleh para pengembang dengan latar belakang judul-judul besar dari Blizzard dan Activision, telah mengumumkan proyek pertamanya, V.O.I.D.. Game ini merupakan pengalaman survival player-versus-environment (PvE) berbasis tim yang berlatar di dunia grim dark fantasy. Dirancang untuk mengedepankan kerja sama, strategi, dan eksekusi, V.O.I.D. memperkenalkan pendekatan baru tidak hanya pada gameplay, tetapi juga pada cara game didistribusikan dan dimonetisasi menggunakan teknologi web3.

New Web3 Survival Game V.O.I.D.

Beli game dengan harga lebih hemat.
Dapatkan diskon hingga 80%
Game Survival Web3 Baru V.O.I.D.
Berlatar di dunia yang sedang runtuh dan dilanda kekuatan yang dikenal sebagai "The Void", V.O.I.D. menempatkan pemain dalam tim berisi 3 orang yang harus bertahan hidup dari gelombang musuh yang semakin kuat yang dikendalikan oleh kecerdasan buatan. Setiap match menguji koordinasi pemain dan pengambilan keputusan taktis melalui item build, champion abilities, dan kondisi medan perang yang terus berubah.
CEO Tainted Studios, Daniel Paez, menjelaskan bahwa game ini mengambil inspirasi dari judul-judul seperti Left 4 Dead dan Diablo, menggabungkan mekanik survival yang serba cepat dengan sistem strategis yang mendalam. Pemain akan berperan sebagai enam champion unik, yang masing-masing memiliki kekuatan korup dari alam kuno. Karakter-karakter ini terjebak di dalam Urzula's Bastion, sebuah peta dinamis di mana jenis musuh, loot, dan lane berubah di setiap playthrough.

New Web3 Survival Game V.O.I.D.
Model Baru untuk Distribusi Game
Salah satu aspek paling menonjol dari V.O.I.D. adalah model distribusinya. Alih-alih mengandalkan toko game tradisional atau platform, Tainted Studios menggunakan lisensi tokenized yang berfungsi sebagai akses masuk ke dalam game. Lisensi ini dapat diperdagangkan atau dijual oleh pemain dan kreator, mengubah distribusi menjadi ekosistem yang terdesentralisasi. Model ini memberikan peran kepada komunitas dan konten kreator dalam mempromosikan dan memonetisasi game, yang secara efektif menjadikan mereka sebagai pemangku kepentingan. Paez mengatakan tujuannya adalah memberikan kepemilikan kepada pemain sejak awal dan membuka peluang baru untuk keterlibatan di luar gameplay.
Latar Belakang dan Pengalaman Industri
Co-founder Daniel Paez dan Montgomery Guilhaus telah bekerja pada beberapa franchise game terkemuka, termasuk Call of Duty, Diablo, Overwatch, dan World of Warcraft. Paez juga memiliki latar belakang yang kuat dalam web3 gaming, setelah sebelumnya memimpin proyek-proyek di Immutable seperti Gods Unchained.
Setelah meninggalkan Immutable, Paez menjadi konsultan untuk berbagai game blockchain, mendapatkan wawasan tentang tantangan dan praktik umum di sektor ini. Ia menekankan perlunya untuk melampaui model repetitif dalam blockchain gaming, di mana banyak proyek mengikuti pola serupa yang berpusat pada mekanik play-to-earn dan spekulasi token.

New Web3 Survival Game V.O.I.D.
Kondisi Web3 Gaming
Paez telah menyatakan keprihatinannya mengenai kondisi industri web3 gaming saat ini, yang menggambarkan tren perusahaan berfokus pada keuntungan jangka pendek tanpa membangun produk yang berkelanjutan. Ia menunjukkan bahwa banyak studio masih menargetkan audiens sempit yang berjumlah sekitar 2,5 juta pemain web3 aktif yang termotivasi oleh reward token.
Meskipun pasar ini bisa menguntungkan secara finansial, Paez berpendapat bahwa hal tersebut tidak dapat diskalakan untuk kesuksesan yang lebih luas. Ia juga menyoroti munculnya "perusahaan zombie" yang mengumpulkan modal selama periode booming sebelumnya tetapi gagal menghadirkan produk yang berfungsi atau keterlibatan pengguna yang berarti.
Tantangan dan Peluang dalam Blockchain
Meskipun Paez mengakui potensi blockchain untuk memungkinkan bentuk kolaborasi dan kepemilikan baru, ia mencatat bahwa manfaatnya sering kali kurang dimanfaatkan. Ia menjelaskan bahwa desentralisasi dapat memungkinkan pengembang lain untuk membangun di atas kekayaan intelektual sebuah game, namun banyak perusahaan masih mencoba mempertahankan kontrol terpusat.
Kontradiksi ini membatasi efektivitas sistem on-chain. Ia menekankan bahwa komponen blockchain dalam V.O.I.D. dirancang untuk mendukung gameplay dan distribusi, bukan untuk mendominasi pengalaman bermain. Pemain yang membeli lisensi game akan memiliki token ERC-20 yang memberikan akses, mirip dengan membeli salinan digital melalui platform tradisional.

New Web3 Survival Game V.O.I.D.
Progres Pengembangan dan Komunitas
Tainted Studios secara aktif mengembangkan V.O.I.D. dan berencana untuk meluncurkan pre-sale Founder's Edition dalam waktu dekat. Studio ini juga mendorong keterlibatan awal dari pemain, konten kreator, dan streamer untuk membentuk mekanik dan arah game. Saluran Discord telah diluncurkan untuk membina keterlibatan komunitas, dan tim berfokus pada pembangunan sistem inti yang akan mendukung gameplay dan live operations. Studio memandang keterlibatan awal ini sebagai hal yang penting untuk mengumpulkan feedback dan menghasilkan minat sebelum peluncuran.
Melihat ke Depan
Studio ini bertujuan untuk menjangkau pemain melalui model akar rumput yang memanfaatkan promosi dari mulut ke mulut dan kemitraan kreator. Paez mencatat bahwa banyak game berjuang dengan live operations dan keterlibatan jangka panjang setelah peluncuran. Dengan mengizinkan siapa saja untuk mendistribusikan game melalui lisensi tokenized, Tainted Studios berharap dapat menciptakan model yang lebih fleksibel dan tangguh. Core loop game ini berpusat pada survival, kerja sama tim, dan loot extraction. Meskipun mencakup elemen web3 seperti peralatan NFT, fokusnya tetap pada gameplay daripada perdagangan spekulatif.







