Overview
Pentiment adalah game narrative adventure RPG yang dikembangkan oleh Obsidian Entertainment dan diterbitkan oleh Xbox Game Studios, dirilis pada November 2022. Pemain akan berperan sebagai Andreas Maler, seorang seniman pengembara yang bekerja di skriptorium Kiersau Abbey selama salah satu abad paling penuh gejolak dalam sejarah. Ketika serangkaian pembunuhan mulai mengguncang komunitas tersebut, Andreas terseret ke dalam investigasi yang berlangsung selama 25 tahun waktu cerita, melibatkan para petani, biarawan, bangsawan, dan semua orang di antaranya.
Game ini mengambil namanya dari istilah dalam restorasi seni: pentiment adalah jejak komposisi awal yang muncul kembali di permukaan lukisan seiring berjalannya waktu. Konsep tersebut mengalir di setiap lapisan desainnya. Pilihan yang dibuat di Babak Pertama akan muncul kembali di Babak Ketiga dengan konsekuensi yang terasa nyata dan layak, bukan sekadar mekanik yang dipaksakan. Ini bukan game yang akan mereset progresmu di antara bab.

Pentiment content image
Dunia dan latar: Bavaria di ambang transformasi
Abad ke-16 adalah salah satu periode paling krusial dalam sejarah Barat, dan Pentiment menempatkan dirinya tepat di tengah-tengah masa itu. Reformasi Martin Luther, Perang Petani, perlahan memudarnya kekuasaan biara, hingga bangkitnya mesin cetak yang menggeser manuskrip iluminasi: semua ini bukanlah detail latar belakang belaka, melainkan kekuatan aktif yang membentuk kehidupan setiap karakter yang ditemui Andreas. Kota Tassing dan Kiersau Abbey terasa seperti tempat yang memiliki sejarah panjang sebelum pemain tiba dan terus berlanjut jauh setelah setiap bab berakhir.

Pentiment content image
Penulisan naskahnya sangat serius dalam menghormati periode tersebut. Karakter berbicara dan berpikir dengan cara yang mencerminkan status sosial, keyakinan, dan tingkat pendidikan mereka. Seorang biarawan dan petani tidak akan terdengar seperti orang yang sama hanya dengan mengganti kostum.
Desain visual dan audio: manuskrip yang hidup
Art direction Pentiment adalah hal pertama yang akan menarik perhatian siapa pun, dan kualitasnya benar-benar terjaga. Seluruh game dirender agar menyerupai manuskrip iluminasi dan cetakan kayu dari periode tersebut, dengan teks yang muncul dalam tipografi yang sesuai dengan zamannya, yang berubah tergantung pada siapa yang berbicara. Dialog seorang cendekiawan muncul dalam gaya tulisan yang berbeda dari seorang petani. Bahkan gaya visual dunianya berevolusi di sepanjang tiga bab game untuk mencerminkan transisi dari budaya manuskrip ke era cetak.
Fitur visual dan desain utama meliputi:
- Sistem dialog tipografi yang akurat sesuai periode
- Gaya seni yang berubah di sepanjang ketiga bab
- Potret karakter dan lingkungan yang digambar tangan
- Desain suara yang berakar pada instrumentasi yang sesuai dengan periode tersebut
- Teks dan nada visual yang mencerminkan latar belakang setiap karakter

Pentiment content image
Apakah Pentiment adalah RPG tradisional?
Tidak dalam pengertian konvensional. Tidak ada sistem pertarungan, tidak ada loot loop, dan tidak ada skill tree seperti pada action-RPG pada umumnya. Yang ditawarkan Pentiment adalah struktur pilihan-dan-konsekuensi murni di mana elemen RPG sepenuhnya hidup dalam dialog, investigasi, dan latar belakang yang dibawa Andreas ke dalam percakapan. Pemain memilih latar belakang akademisnya di awal, dan pilihan tersebut menentukan petunjuk mana yang bisa ia interpretasikan dan karakter mana yang akan terbuka kepadanya.
Misteri pembunuhan di pusat cerita tidak memiliki satu jawaban benar yang harus kamu temukan. Nasib komunitas berubah berdasarkan siapa yang dituduh oleh Andreas, dan perubahan itu berdampak hingga puluhan tahun waktu dalam game. Karakter menua, meninggal, memiliki anak, dan mengingat apa yang dilakukan Andreas. Permanensi itulah yang membedakan Pentiment dari kebanyakan game naratif di genre ini.

Pentiment content image
Dampak dan warisan
Pentiment hadir di Xbox, PC melalui Steam, PlayStation, dan Nintendo Switch, menjadikannya salah satu judul Obsidian yang paling mudah diakses dari segi jangkauan platform. Game ini menarik perhatian kritis yang signifikan saat peluncurannya karena komitmennya terhadap autentisitas sejarah dan penolakannya untuk melunakkan bobot moral dari setiap pilihan. Bagi pemain yang menginginkan RPG naratif yang memperlakukan materi dan audiensnya dengan keseriusan yang sama, game ini tetap menjadi salah satu contoh paling jelas tentang apa yang bisa dilakukan genre ini ketika benar-benar menjauh dari elemen pertarungan.








