• Beranda
  • Game
  • Panduan
  • Berita
  • Ulasan
  • Misi
  • Kotak Misteri
  • Daftar
Singularity Banner
  1. Game
  2. Singularity
  3. Ringkasan

Singularity

Tentang Singularity

Studio

Raven Software

Situs Web

www.singularity-game.com

Tanggal Rilis

Juni 25. 2010

Singularity Logo
Singularity
PenembakTeka-teki

FPS seru di pulau era Perang Dingin! Gunakan Singularity untuk memanipulasi waktu, menua musuh, memperbaiki objek, dan mengubah sejarah.

Pengembang

Raven Software

Tanggal Rilis

Juni 25. 2010

Platform

Pendahuluan

Singularity dari Raven Software adalah FPS underrated yang bakal jadi favoritmu! Berlatar di pulau riset Soviet, kamu dibekali alat untuk memanipulasi waktu: buat musuh menua jadi debu atau pulihkan struktur yang hancur. FPS unik ini punya kualitas setara Half-Life 2 dengan gameplay yang benar-benar orisinal!

Singularity Gallery 1
Singularity Gallery 2
Singularity Gallery 3
Singularity Gallery 4
Singularity Gallery 5

Overview

Singularity melemparmu ke Katorga-12, sebuah pulau terpencil di lepas pantai Rusia tempat eksperimen rahasia Soviet bernama Element 99 telah merobek tatanan waktu. Kamu berperan sebagai Kapten Nathaniel Renko, seorang recon marine AS yang selamat dari kecelakaan helikopter, hanya untuk mendapati dirinya terlempar di antara tahun 1955 dan masa kini. Daya tarik utamanya adalah Time Manipulation Device, atau TMD, senjata berbentuk gauntlet yang memberimu kendali langsung atas posisi objek atau musuh dalam dimensi waktu.

Raven Software membangun game ini dengan premis sci-fi Perang Dingin yang senada dengan F.E.A.R. dan BioShock, namun TMD memberikan identitas unik bagi Singularity. Kamu bisa membuat barikade kayu menua hingga hancur berkeping-keping untuk membuka jalan, memperbaiki jembatan yang runtuh untuk menyeberang, atau mengirim tentara melompati waktu hingga ia berubah menjadi kerangka. Game ini juga terus meng-upgrade TMD sepanjang campaign, memperluas kemampuannya jauh melampaui fungsi dasar "menua dan memulihkan" di awal permainan.

Ceritanya berpusat pada pertemuan berulang Renko dengan Nikolai Demichev, seorang ilmuwan Soviet yang nasibnya terus berubah tergantung pada tindakan yang kamu ambil di masa lalu. Terdapat tiga ending berbeda yang terikat pada pilihanmu, memberikan replay value yang nyata pada campaign ini selain sekadar berburu collectibles.

Gameplay and mechanics

Core FPS loop dalam Singularity terasa kompeten dan familiar, dibangun dengan arsenal senjata konvensional yang dipadukan dengan TMD. Mekanik utamanya meliputi:

  • Aging dan restoration menggunakan TMD untuk puzzle lingkungan
  • Time bubbles yang membekukan musuh atau proyektil di tempat
  • Impulse blasts yang melempar objek atau musuh dengan kekuatan besar
  • Upgrade senjata dan TMD yang bisa dibeli di berbagai station
  • Multiplayer dengan mode creature-form selain kelas tentara standar

Desain puzzle sangat mengandalkan TMD, dan sebagian besar tantangan lingkungan memiliki solusi yang jelas begitu kamu ingat apa fungsi alat tersebut. Ini bukan kritik, melainkan pengamatan bahwa Singularity tidak berusaha menjadi Portal. Mekanik waktu hadir untuk membuat combat terasa berbeda, dan mereka berhasil melakukannya. Melemparkan time bubble ke kerumunan tentara dan melihat mereka membeku di tengah serangan sebelum kamu menghabisi mereka adalah pengalaman yang tidak pernah membosankan.

World and setting

Katorga-12 adalah aset terkuat game ini. Pulau tersebut membawa nuansa kehancuran institusional Perang Dingin yang kental, dengan arsitektur brutalist, peralatan berkarat, dan poster propaganda yang terkelupas di dinding beton. Karena Renko melompat antara tahun 1955 dan masa kini, kamu akan melihat lokasi yang sama dua kali: sekali sebagai fasilitas Soviet yang berfungsi dan sekali lagi sebagai reruntuhan. Kontras tersebut melakukan banyak storytelling tanpa perlu satu kata dialog pun.

Element 99, material fiktif Soviet yang menjadi pusat plot, berfungsi sebagai macguffin yang masuk akal karena game ini berkomitmen pada konsekuensi dari penyalahgunaannya. Makhluk-makhluk yang menghuni Katorga-12 di masa kini adalah hasil dari eksperimen yang gagal di masa lalu, dan lingkungannya membuat sejarah tersebut mudah dipahami.

Impact and legacy

Singularity dirilis pada Juni 2010 dan penjualannya tidak terlalu meledak, yang sangat disayangkan mengingat betapa baiknya eksekusi premisnya. Komponen multiplayer-nya menyertakan mode di mana pemain bisa bertarung sebagai tentara atau makhluk mutan pulau tersebut, sebuah struktur asimetris yang sangat menarik namun tidak pernah mendapatkan basis pemain yang berkelanjutan. Mode tersebut kini praktis kosong, jadi campaign adalah alasan utama kamu memainkan game ini.

Sebagai single-player first-person shooter dengan mekanik manipulasi waktu dan latar horor Perang Dingin, Singularity tetap menjadi salah satu game paling underrated di eranya. TMD memberikan lapisan kreativitas taktis pada combat FPS standar yang tidak bisa ditandingi oleh kebanyakan shooter dari periode tersebut, dan struktur tiga ending memberikan campaign kedalaman yang cukup untuk membenarkan permainan kedua.