Overview
Star Fox, yang dikembangkan oleh Velan Studios dan diterbitkan oleh Nintendo, dirilis pada 25 Juni 2026 sebagai judul Nintendo Switch 2 yang dibangun langsung dari fondasi Star Fox 64. Ini bukan sekadar port atau remaster dalam pengertian tradisional. Velan telah membangun ulang game ini dengan desain karakter baru, visual stage yang dirombak total, cutscene yang mendetail, dan soundtrack orkestra penuh yang menggantikan musik sintetis aslinya. Hasilnya adalah on-rails shooter modern yang mempertahankan struktur yang sudah dikenal para penggemar, namun menghadirkan presentasi yang terasa sangat kekinian.
Gameplay intinya tetap mempertahankan format khas seri ini. Pemain menerbangkan Arwing melalui jalur penerbangan yang sudah ditentukan, beralih antara All-Range Mode dan bagian koridor rail-based klasik tergantung pada stage-nya. Fox McCloud memimpin Team Star Fox menjelajahi Lylat System, dan jalur stage bercabang dari versi aslinya kembali hadir di sini, memberikan pemain berbagai rute melalui campaign tergantung pada performa dan pilihan yang dibuat selama misi.

Gameplay dan mekanik
On-rails shooting tetap menjadi tulang punggung Star Fox, dan Velan menjaga loop tersebut tetap solid. Arwing dikendalikan dengan responsivitas yang menjadi ciri khas seri ini, dan pacing game bergerak cukup cepat sehingga setiap stage menuntut perhatian penuh. Mekanik utamanya meliputi:

- Barrel roll untuk menangkis tembakan musuh
- Boost dan brake untuk mengontrol kecepatan
- Charged laser shots untuk target berlapis baja
- Lock-on targeting untuk menghabisi banyak musuh sekaligus
- All-Range Mode untuk pertarungan boss
Penambahan kontrol mouse Joy-Con 2 adalah salah satu fitur baru yang paling menonjol. Pemain dapat membidik menggunakan input gaya mouse dari Joy-Con kanan Switch 2, yang menambahkan tingkat presisi pada targeting yang tidak dimiliki versi aslinya. Ini adalah metode kontrol opsional, tetapi sangat mengubah pengalaman di bagian-bagian shooting yang lebih menantang.

Desain visual dan audio
Redesain karakter adalah hal pertama yang akan disadari oleh pemain lama. Setiap anggota Team Star Fox telah diberikan tampilan baru yang memodernisasi model era N64 tanpa meninggalkan estetika kru hewan khas seri ini. Lingkungan stage juga mendapatkan perlakuan yang sama, dengan setiap lokasi dibangun ulang untuk memanfaatkan hardware Switch 2. Corneria, Venom, dan lokasi Lylat System lainnya kini terlihat seperti tempat yang dibayangkan pemain saat memainkannya di tahun 1997, bukan sekadar apa yang mampu dirender oleh hardware saat itu.
Soundtrack orkestra adalah peningkatan yang signifikan. Musik Star Fox 64 yang asli memang punya kepribadian, tetapi aransemen baru ini memberikan bobot dan skala pada game yang sesuai dengan ambisi sinematiknya. Dialog yang diisi suara penuh menggantikan klip suara asli yang terbatas namun ikonik, dengan para pengisi suara membawakan dialog di sepanjang rangkaian cutscene baru yang menjembatani antar stage.
Apa itu GameChat dan bagaimana cara kerjanya?
GameChat adalah fitur bawaan Nintendo Switch 2 yang terintegrasi langsung ke dalam Star Fox. Fitur ini memungkinkan pemain untuk berkomunikasi saat bermain, menempatkan mereka di dalam perspektif kokpit bersama karakter Star Fox pilihan mereka. Ini bukan sekadar overlay voice chat standar. Fitur ini mengintegrasikan komunikasi ke dalam bingkai visual game, yang terasa sangat natural untuk seri yang dibangun di sekitar tim pilot yang saling berbicara selama misi. Bagi franchise di mana obrolan antar tim selalu menjadi bagian dari atmosfernya, GameChat menambahkan lapisan sosial yang memperluas pengalaman melampaui sekadar solo play.

Konten dan replayability
Struktur jalur bercabang dari Star Fox 64 tetap dipertahankan, yang berarti campaign ini memiliki replay value yang nyata dalam desainnya. Mencapai ending yang berbeda mengharuskan pemain mencapai objektif tertentu di tengah misi, dan berbagai rute melalui Lylat System berarti dua playthrough bisa terlihat sangat berbeda. Kombinasi antara mengejar skor tinggi, jalur alternatif, dan presisi targeting yang dimungkinkan oleh kontrol mouse memberikan alasan lebih untuk kembali memainkan game ini dibandingkan shooter linear biasa. Untuk game yang berakar pada format on-rails shooter klasik, kedalaman struktural itulah yang membuatnya layak untuk terus dimainkan kembali.











