• Beranda
  • Game
  • Panduan
  • Berita
  • Ulasan
  • Misi
  • Kotak Misteri
  • Beli Game
  • Daftar
  • GAMES+
  • Penawaran & Diskon
  • Kalender Game (Buka dengan GAMES+)
The Evil Within Banner
  1. Game
  2. The Evil Within
  3. navigation.overview

The Evil Within

aboutGame

studio

Tango Gameworks

website

www.theevilwithin.com

releaseDate

Oktober 13. 2014

The Evil Within Logo
The Evil Within
AksiPenembakTeka-tekiPetualangan

Jadilah Detektif Sebastian Castellanos dalam The Evil Within, game survival horror menegangkan penuh jebakan mematikan dan makhluk mengerikan yang tak terduga.

developer

Tango Gameworks

releaseDate

Oktober 13. 2014

sidebar.platform

Pendahuluan

Shinji Mikami, otak di balik Resident Evil, kembali dengan The Evil Within, sebuah mahakarya survival horror yang super intens! Dengan sumber daya terbatas, lingkungan yang terus berubah, dan musuh yang tak kenal ampun, game ini benar-benar menguji nyali. Jika kamu mencari pengalaman horor murni yang menantang, inilah jawabannya!

The Evil Within Gallery 1
The Evil Within Gallery 2
The Evil Within Gallery 3
The Evil Within Gallery 4
The Evil Within Gallery 5
The Evil Within Gallery 6
The Evil Within Gallery 7
The Evil Within Gallery 8
The Evil Within Gallery 9
The Evil Within Gallery 10

Overview

The Evil Within dirilis pada Oktober 2014, dikembangkan oleh Tango Gameworks dan diterbitkan oleh Bethesda Softworks. Shinji Mikami menyutradarai proyek ini dengan misi yang jelas: mengembalikan *survival horror* ke akar aslinya setelah bertahun-tahun genre ini lebih condong ke arah *action*. Hasilnya adalah game horor *third-person* yang dibangun di atas kelangkaan sumber daya, bahaya lingkungan, dan cerita yang akan membuatmu terus mempertanyakan apa yang nyata.

Detektif Sebastian Castellanos tiba di Beacon Mental Hospital untuk menyelidiki kasus pembunuhan massal, namun ia justru disergap oleh sesuatu yang tidak bisa dijelaskan. Ia terbangun di dunia yang seharusnya tidak ada, dihuni oleh makhluk-makhluk mengerikan dan arsitektur yang berubah-ubah tanpa peringatan. Narasi ini terungkap dalam 15 bab, perlahan menguak misteri di balik perangkat bernama STEM dan sosok monster yang dikenal sebagai Ruvik.

The Evil Within content image

The Evil Within content image

Gameplay dan mekanik

Inti permainan The Evil Within berfokus pada *survival* di bawah tekanan. Amunisi sangat langka, musuh sangat alot, dan berlari menghindari bahaya jarang menjadi pilihan yang mudah. Mekanik utamanya meliputi:

The Evil Within content image

The Evil Within content image

  • *Stealth takedown* untuk menghemat amunisi
  • Melucuti jebakan dan menggunakannya kembali untuk melawan musuh
  • Sistem *upgrade* menggunakan *green gel* yang dikumpulkan dari musuh yang dikalahkan
  • Membakar musuh dengan korek api untuk mencegah mereka bangkit kembali
  • Inventaris terbatas yang memaksa pemain terus melakukan manajemen sumber daya

Sistem *upgrade* yang ditenagai oleh *green gel* memungkinkanmu meningkatkan stamina, *damage* senjata, atau kapasitas inventaris Sebastian seiring berjalannya waktu. Tidak ada yang gratis di sini. Setiap *upgrade* didapatkan melalui permainan yang cermat, dan game ini akan menghukummu jika terlalu menimbun barang dengan cara menguras sumber dayamu melalui pertemuan-pertemuan yang sudah diatur (scripted).

The Evil Within content image

The Evil Within content image

Apa yang membuat dunianya begitu mencekam?

Lingkungan di The Evil Within tidak mengikuti logika arsitektur. Koridor bisa runtuh, ruangan dibanjiri darah, dan seluruh bangunan berubah bentuk di tengah pengejaran. Ini bukan sekadar efek visual: dunia yang terus berubah di sekitarmu adalah mekanik ketegangan utama, menghilangkan rasa aman dari tata letak yang sudah dihafal. Tango Gameworks membangun latar di mana rasa familiar tidak memberikan kenyamanan apa pun.

Desain makhluknya pun memperkuat hal ini. The Haunted, mayat yang bangkit kembali dengan gerakan tak terduga, adalah tipe musuh standar, namun game ini meningkat ke pertemuan bos yang sangat sulit dipahami pada percobaan pertama. Antagonis berulang, Ruvik, muncul tanpa peringatan, memicu urutan pengejaran *instant-kill* yang mengubah definisi ruangan aman.

Desain visual dan audio

The Evil Within berjalan dalam format *letterbox*, memotong layar ke rasio sinematik 2.35:1. Ini adalah pilihan artistik yang disengaja untuk meningkatkan rasa klaustrofobia, meskipun sempat menuai kritik saat dirilis. Palet warnanya cenderung ke arah hijau pucat, bayangan pekat, dan karat industrial, dengan lingkungan yang bervariasi mulai dari desa terpencil hingga ruang operasi dan ruang mimpi buruk yang surealis.

Desain audionya bekerja dengan sangat baik. Isyarat lingkungan memberi sinyal adanya musuh di dekatmu sebelum mereka terlihat, dan musiknya berubah antara keheningan yang menindas dan dentuman instrumen yang disonan. Bermain dengan *headphone* akan sangat mengubah seberapa mencekam game ini terasa.

The Evil Within content image

The Evil Within content image

Dampak dan warisan

The Evil Within hadir di saat genre *survival horror third-person* mulai meninggalkan akar ketegangannya. Para kritikus terbagi saat peluncurannya, dengan skor yang mencerminkan ketidaksepakatan mengenai *pacing* dan performa teknis pada perangkat keras lama. Seiring waktu, reputasi game ini meningkat pesat, terutama di kalangan pemain yang menghargai desain horor yang disengaja dan menghukum.

Game ini mendukung PC, PlayStation, Xbox, dan tersedia di Steam. Tiga paket DLC memperluas ceritanya, dengan The Assignment dan The Consequence menawarkan perspektif *first-person* melalui mata agen Juli Kidman, memberikan konteks yang berarti bagi kampanye utama. The Evil Within tetap menjadi salah satu contoh paling jelas tentang bagaimana rasanya *survival horror* ketika kelangkaan dan rasa takut diperlakukan sebagai pilar desain, bukan sekadar gangguan.

Loading table...