Ambrus Studio, sebuah studio web3 gaming, telah menutup putaran pendanaan Seri A bernilai jutaan dolar yang dipimpin oleh Spartan Group. Putaran ini mencakup dukungan dari IVC, SUI Foundation, Knight Capital, Goodwater Capital, dan ZeePrime Capital. Modal tersebut akan mendukung upaya studio dalam mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam game. Bersamaan dengan pengumuman pendanaan tersebut, Ambrus telah meluncurkan E4C: Demon Hunter, game Telegram pertamanya.

Ambrus Studio Raih Pendanaan dan Luncurkan Game Telegram
Tentang Ambrus Studio
Johnson Yeh, mantan CEO Riot Games Asia-Pasifik, mendirikan Ambrus Studio pada Desember 2021. Studio ini berupaya menghubungkan gamer tradisional dengan web3 gaming berbasis blockchain, membuat teknologi tersebut lebih mudah diakses oleh pemain mainstream.
Ambrus menggunakan platform E4C miliknya untuk mengembangkan game blockchain bagi para pemain di Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika — wilayah yang sering kali kurang mendapatkan perhatian dari studio-studio besar. Yeh menyatakan bahwa studio ini tidak mengejar tren "play-to-earn" yang mendominasi sebagian besar web3 gaming selama beberapa tahun terakhir.
Fokusnya adalah menggunakan blockchain untuk meningkatkan gameplay dan mengatasi masalah praktis di industri ini. Tujuan Yeh adalah membuat free-to-play games yang berkelanjutan secara finansial bagi studio di pasar berkembang tanpa mengorbankan keseruan dalam bermain game.

E4C dan Ambrus Studio Key Art
E4C: Demon Hunter di Telegram
E4C: Demon Hunter adalah rilisan pertama di platform E4C. Ini adalah game action shooter top-down yang menampilkan Sehk, seorang tentara bayaran dari E4C: Final Salvation. Pemain mengendalikan Sehk saat ia memburu iblis dan monster menggunakan busur silang (crossbow), menghindari serangan musuh, dan mengatur waktu serangan balik.

E4C: Final Salvation dan Ambrus Studio Key Art
Demon Hunter tampil beda dari kebanyakan Telegram-based games dengan menekankan pada skill dibandingkan sekadar tap pasif. Banyak game Telegram mengandalkan mekanisme "tap-to-earn", namun Demon Hunter mengharuskan pemain untuk menguasai teknik menghindar dan menggunakan kemampuan mereka secara strategis untuk meningkatkan kekuatan tempur. Mode player-vs-player direncanakan untuk pembaruan di masa mendatang.
Cara Mendapatkan In-Game Rewards dan Token $E4C
Pemain mendapatkan Gold Coins dan Bits dengan mengundang teman dan menonton iklan. Mata uang ini digunakan untuk meningkatkan senjata, membuat item (crafting), dan membeli rune untuk meningkatkan efektivitas tempur. Skor Combat Power akan melacak progres pemain dan nantinya akan menentukan kelayakan untuk airdrop token $E4C.

E4C: Demon Hunter
Kemitraan dengan Nazara, TapTap, dan Rockville Games
Demon Hunter adalah langkah pertama dalam rencana yang lebih besar untuk platform E4C. Ambrus berniat memperluas E4C menjadi hub web3 gaming lengkap yang menangani inkubasi game, penerbitan, manajemen komunitas, dan koordinasi misi. Platform ini akan memperkenalkan mekanisme blockchain kepada audiens baru sekaligus mendukung pemain dan pengembang.
Ambrus telah bermitra dengan platform game Nazara, TapTap, dan Rockville Games. Studio ini juga telah terintegrasi secara mendalam dengan ekosistem Sui, memposisikan diri untuk pertumbuhan berkelanjutan di web3 gaming.

Kemitraan dengan Sui
Melihat ke Depan
Putaran pendanaan Seri A yang dipimpin oleh Spartan Group memberikan Ambrus Studio sumber daya untuk terus membangun game yang menghubungkan audiens tradisional dan blockchain. Penekanan studio pada pasar berkembang dan desain yang mengutamakan gameplay membuat mereka menonjol di ruang web3.
Lebih banyak game dan pembaruan untuk platform E4C diharapkan akan hadir. Demon Hunter menawarkan pemain game web3 berbasis skill dengan reward token yang terikat pada performa. Pemain dapat mencoba Demon Hunter di Telegram sekarang. Detail lebih lanjut tersedia di ambrus.studio atau dengan bergabung langsung ke game: Demon Hunter di Telegram.






