Seseorang yang secara terbuka disebut oleh Christopher Nolan sebagai inspirasi untuk film blockbuster-nya baru saja menyebut film tersebut "sangat buruk."
Emily Wilson, profesor sastra klasik di University of Pennsylvania dan wanita pertama yang menerbitkan terjemahan bahasa Inggris dari Odyssey karya Homer, telah menerbitkan ulasan tajam dan tanpa kompromi terhadap adaptasi Nolan di London Review of Books. Penilaiannya tidaklah lembut.

Dapatkan langganan GTA+ 1 bulan dengan melakukan pre-order.
Pre-Order GTA 6 Sekarang
Apa yang sebenarnya dikatakan Wilson (dan itu cukup banyak)
Wilson membuka dengan pengakuan yang enggan: film ini mudah diikuti, dan anak-anak remajanya merasa cukup terhibur saat menontonnya. Hanya sampai di situ sisi positifnya. Ia menggambarkan film tersebut sebagai "tontonan audiovisual yang ramah keluarga, seperti pertunjukan kembang api Fourth of July yang rumit, dengan kedalaman naratif dan emosional yang setara."
Dari sana, ulasannya semakin tajam. Wilson menulis bahwa "visi film ini terlalu membingungkan, karakternya terlalu kurang berkembang" untuk menyampaikan ide-ide besar yang coba diusungnya. Ia menyoroti Matt Damon's Odysseus sebagai sosok yang tidak meyakinkan, dengan mengatakan bahwa karakter tersebut tidak "rumit, licik, atau cerdik" seperti yang dituntut dari pahlawan Homer.
Kalimat paling tajamnya muncul di dekat akhir ulasan: "Saya akan merasa malu jika telah menulis bagian mana pun dari naskah ini."
Daftar lengkap mengenai apa yang menurutnya hilang terbaca seperti daftar periksa dari semua hal yang membuat puisi sumber aslinya layak dipelajari. "Film ini tidak memiliki argumen yang meyakinkan tentang waktu, memori, sejarah, perang, atau tentang hubungan antara kepulangan seorang pejuang yang gemilang dengan kehidupan keluarga, musuh, rekan, teman, dan tetangganya. Film ini kurang memiliki kedalaman psikologis, emosional, politik, dan etis. Struktur naratifnya penuh gimik. Penulisannya sangat buruk. Tidak ada karakter yang memiliki motivasi meyakinkan untuk tindakan atau kata-kata mereka. Tidak ada adegan seks, dan semua makanannya terlihat mengerikan."
Kalimat terakhir itu benar-benar lucu, dan mungkin memang disengaja.
Mengapa kritikus ini memiliki bobot yang tidak biasa
Begini masalahnya: Wilson bukan sekadar akademisi biasa yang mengomentari sebuah film blockbuster. Nolan sendiri mengutip terjemahannya tentang Odyssey saat berbicara kepada majalah Empire menjelang perilisan film tersebut. Hal itu membuat kritiknya memiliki dampak yang berbeda dibandingkan opini standar seorang pakar sastra.
Wilson sebenarnya sudah memberikan peringatan sebelum ulasan lengkapnya dirilis. Minggu lalu, ia mengatakan khawatir Nolan "mencoba memasukkan segalanya namun melewatkan tema-tema yang esensial bagi puisi tersebut." Artikel di London Review of Books memberinya ruang untuk memaparkan secara tepat tema-tema apa yang ia maksud, dan ia memanfaatkan setiap kata di dalamnya.
Dalam istilah penceritaan, ini adalah callback yang tajam. Nolan meminjam karyanya, menyebut namanya secara publik, dan kini sumber inspirasi tersebut telah menulis bantahan resmi yang dipublikasikan.
Box office vs. warisan kritis
Performa komersial film ini membuat ulasan Wilson semakin menarik sebagai dokumen budaya. Odyssey dibuka dengan pendapatan $264.1 juta secara global pada akhir pekan pertamanya, kemudian hanya turun 19% di minggu kedua untuk menambah $215.3 juta lagi. Berdasarkan metrik box office apa pun, ini adalah hit besar.
Jadi, kesenjangan antara penerimaan publik dan penilaian ilmiah Wilson sangatlah besar, dan ketegangan itulah yang membuat cerita ini layak untuk diperhatikan. Penonton jelas terhubung dengan tontonannya. Argumen Wilson adalah bahwa tontonan tanpa substansi psikologis merupakan peluang yang terbuang untuk teks sekaya ini.
Film ini diberi rating R dan telah tayang di bioskop sejak 17 Juli 2026. Kecil kemungkinan ulasan Wilson akan mengubah konsensus kritis mengingat momentum box office-nya, tetapi ulasan ini menambahkan lapisan wacana yang jarang didapatkan oleh film blockbuster dari sumber semacam ini.
Apa artinya ini bagi komunitas gaming
Film-film Nolan secara konsisten memengaruhi budaya populer yang lebih luas, termasuk game. Tema Odyssey tentang navigasi, kepulangan, dan monster mitologi sudah hadir di berbagai judul seperti Hades, Assassin's Creed Odyssey, dan LEGO Fortnite Odyssey. Jika film ini menarik audiens baru ke materi sumber Homer, riak budaya tersebut cenderung akan muncul di game pada akhirnya.
Untuk saat ini, jika Anda menghabiskan waktu di dunia mitologi melalui game daripada bioskop, panduan lengkap LEGO Fortnite Ninjago: Embers of Chaos layak untuk di-bookmark untuk sesi permainan Anda berikutnya. Dan jika Anda ingin tetap update dengan semua hal yang rilis di dunia gaming saat ini, hub panduan gaming lengkap kami siap membantu Anda.
Ulasan Wilson sudah memicu diskusi signifikan di kalangan sastra dan film. Apakah Nolan, yang dikenal tidak menggunakan smartphone, sudah membacanya atau belum, masih menjadi pertanyaan.








