Rumor ini telah beredar di kalangan komunitas gaming selama sekitar satu tahun: Tom Cruise hampir menjadi Master Chief. Julia Roberts hampir menjadi Cortana. Bungie hampir membawa Halo 2 ke ranah Hollywood sepenuhnya. Namun, kenyataannya adalah: semua itu tidak pernah terjadi.
Marty O'Donnell, voice director dan komposer di balik game Halo orisinal, akhirnya meluruskan dari mana cerita ini berasal. Jawabannya hanyalah obrolan pesta yang tidak berlanjut ke mana pun.

Beli game dengan harga lebih hemat.
Dapatkan diskon hingga 80%
Bagaimana obrolan pesta menjadi legenda gaming
Rumor ini mulai ramai diperbincangkan sekitar setahun yang lalu ketika Steve Downes, pengisi suara Master Chief yang sudah lama berkecimpung dan mantan DJ radio, menyebutkan di kanal YouTube-nya bahwa Cruise "sempat disebut sebagai kemungkinan" untuk peran tersebut menjelang Halo 2. Itu sudah cukup untuk membuat cerita ini meledak.
Penjelasan O'Donnell memberikan konteks yang sebenarnya. Setelah Halo 1 dirilis dan antusiasme untuk sekuelnya mulai terbangun, Microsoft mengirim O'Donnell ke pesta-pesta Hollywood untuk merasakan dunia hiburan. Di salah satu acara tersebut, seorang agen talenta mendekatinya, merangkulnya, dan menawarkan: "Marty, kau tahu, ini saatnya! Ini masalah besar. Kau sekarang berada di liga besar. Kau harus meningkatkan segalanya. Kami mewakili Julia Roberts dan Tom Cruise."
Itu adalah keseluruhan percakapannya. O'Donnell menanggapi saat itu juga, mengatakan sesuatu seperti "Wow, itu keren sekali," lalu melanjutkan kegiatannya. Secara internal, dia langsung tahu bahwa itu tidak mungkin terjadi.
Mengapa O'Donnell tidak pernah mempertimbangkannya dengan serius
Alasan O'Donnell sangat lugas. Saat Halo 2 dalam tahap pengembangan, pemain sudah memiliki ikatan nyata dengan Jen Taylor sebagai Cortana dan Steve Downes sebagai Master Chief. Suara-suara itulah yang menjadi karakter tersebut. Menggantinya dengan nama yang lebih besar, tidak peduli seberapa terkenalnya mereka, akan merusak sesuatu yang sudah berjalan dengan baik.
"Saya tidak bisa membayangkan untuk menggantinya," jelas O'Donnell. "Jadi, hal itu tidak pernah benar-benar dipertimbangkan."
Satu catatan menarik di sini: Cruise ternyata sudah menjadi penggemar Bungie. Dia pernah memainkan Myth sebelum Halo ada, jadi namanya tidak muncul begitu saja dalam percakapan tersebut. Namun, menjadi penggemar studio jauh berbeda dengan menjadi sosok yang tepat untuk karakter yang sudah mapan dengan pengisi suara yang sudah ikonik.
Insting O'Donnell mengatakan bahwa penggemar tidak tertarik pada Halo karena nama selebritas. Mereka tertarik pada game yang bagus. Menampilkan wajah-wajah terkenal di jajaran pengisi suara justru akan menjadi gangguan, bukan peningkatan.
Apa artinya ini bagi Halo: Campaign Evolved
Waktu munculnya cerita ini patut diperhatikan. Baik Downes maupun Taylor telah merekam ulang peran mereka untuk Halo: Campaign Evolved, remake dari game orisinal yang akan hadir musim panas ini. Fakta bahwa O'Donnell berbicara tentang menjaga hubungan pengisi suara tersebut di era Halo 2 menjelaskan mengapa remake ini kembali ke pengisi suara orisinal alih-alih melakukan casting ulang.
Game ini telah menanjak di tangga pre-order PlayStation, yang merupakan cerita tersendiri mengingat bagaimana percakapan seputar eksklusivitas Xbox tahun ini. Kesan hands-on dari Xbox Games Showcase jauh lebih positif daripada yang diperkirakan banyak orang setelah pengumuman awalnya sempat menuai skeptisisme.
Bagi siapa pun yang mengikuti perkembangan Halo: Campaign Evolved, hub gaming guides kami memiliki liputan yang layak untuk di-bookmark seiring mendekatnya tanggal rilis. Jika Anda juga memantau Project HIVE, sebuah sci-fi shooter dengan pendekatan unik pada genrenya, koleksi panduan Project HIVE adalah sumber daya yang solid untuk dimiliki.








