Industri video game China telah memasuki fase baru pengakuan internasional, yang didorong oleh kesuksesan judul-judul ternama seperti Genshin Impact dan Black Myth: Wukong. Secara tradisional dikenal karena dominasinya dalam game mobile dan online free-to-play, pasar kini menunjukkan minat yang meningkat terhadap pengalaman premium di konsol dan PC. Analis industri berpendapat bahwa perkembangan ini berkaitan erat dengan perubahan sosial dan ekonomi yang lebih luas, termasuk meningkatnya kelas menengah dan dukungan pemerintah yang terarah bagi industri budaya digital.
Pelajaran dari Pertumbuhan Industri Game di China
Di masa lalu, developer China terutama berfokus pada model free-to-play online, yang secara finansial lebih berkelanjutan karena maraknya pembajakan dan biaya distribusi digital yang relatif rendah. Simon Zhu, pendiri China Independent Game Alliance (CIGA), mengamati bahwa meskipun judul single-player awal seperti The Legend of Sword and Fairy mencapai popularitas yang signifikan, pembajakan membatasi potensi kelangsungan jangka panjangnya. Baru setelah masuknya platform seperti PlayStation dan Steam secara resmi ke pasar China, konsumen mulai mengeksplorasi game single-player secara lebih luas.
Li Shen, mantan chief technology officer di Tencent Games China dan Epic Games China, menunjukkan bahwa minat konsumen terhadap pengalaman single-player sebenarnya sudah ada selama bertahun-tahun. Namun, investasi luas dalam proyek semacam itu terbatas hingga baru-baru ini, ketika kesuksesan komersial games seperti Black Myth: Wukong menandakan permintaan global yang kuat. Game tersebut terjual lebih dari 10 juta kopi dalam waktu seminggu setelah dirilis pada Agustus 2024 dan dinobatkan sebagai Game of the Year di ajang 2024 Steam Awards. Kesuksesan ini mendorong developer lain, termasuk mereka yang berada di balik Phantom Blade: Zero dan Wuchang: Fallen Feathers, untuk mengejar proyek yang sama ambisiusnya.

Pelajaran dari Pertumbuhan Industri Game di China
Representasi Budaya dan Identitas Kreatif
Aspek signifikan dari pertumbuhan industri baru-baru ini adalah fokusnya yang meningkat pada penceritaan budaya. Siyuan Xia, salah satu pendiri Leenzee Technology dan direktur Wuchang: Fallen Feathers, menekankan bahwa semakin banyak developer China yang memilih untuk mengintegrasikan sejarah dan mitologi regional ke dalam game mereka. Wuchang, misalnya, berlatar belakang jatuhnya Dinasti Ming dan menggabungkan elemen peradaban kuno Shu dari Sichuan. Xia menggambarkan representasi budaya ini sebagai upaya jangka panjang untuk mengembangkan identitas unik China dalam dunia gaming global.
Shen mengungkapkan keyakinannya bahwa industri ini sedang mengalami pergeseran, di mana tim kreatif tidak hanya berfokus pada kesuksesan komersial internasional tetapi juga pada menantang norma-norma yang sudah mapan dalam gaming global, terutama yang berakar pada narasi Barat. Game seperti Black Myth: Wukong telah menjadi sumber kebanggaan industri dan dianggap oleh sebagian orang sebagai sarana untuk mempromosikan warisan budaya Asia.
Tantangan yang Dihadapi Industri
Terlepas dari kemajuannya, industri video game China menghadapi tantangan yang nyata. Zhu mencatat bahwa banyak developer memiliki keterampilan teknis yang kuat dalam monetisasi dan user engagement karena latar belakang mereka di game free-to-play. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam desain naratif, penulisan naskah, dan keberagaman genre. Shen menambahkan bahwa seiring meningkatnya biaya produksi, perusahaan sering kali menjadi lebih konservatif dalam memilih proyek, memprioritaskan eksekusi teknis daripada eksperimen kreatif.
Perbedaan budaya industri antara China dan negara lain juga memengaruhi pertukaran pengetahuan dan pengembangan profesional. Zhu mengamati bahwa sementara acara global seperti Game Developers Conference di Amerika Serikat menarik banyak audiens internasional dan mendorong dialog industri, acara di China cenderung lebih kecil dan menghadapi kesulitan dalam mendapatkan peserta maupun pembicara. Ia mengaitkan hal ini sebagian karena sejarah pengembangan video game yang relatif singkat di China, yang baru berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Pelajaran dari Pertumbuhan Industri Game di China
Praktik Kerja dan Budaya Kerja yang Berkembang
Kondisi kerja di industri game China tetap menjadi topik yang terus diperhatikan. Meskipun beberapa studio telah mengadopsi jadwal kerja 9-9-6—bekerja dari jam 9 pagi hingga 9 malam, enam hari seminggu—semakin ada kesadaran akan pentingnya work-life balance. Xia menunjukkan bahwa meskipun Leenzee tidak mempromosikan lembur, beberapa karyawan memilih untuk tetap tinggal hingga larut malam karena komitmen pribadi terhadap proyek mereka. Zhu melaporkan bahwa CIGA menghindari penjadwalan yang kaku dan lembur, karena menganggap praktik tersebut tidak efisien dan ketinggalan zaman.
Meskipun sikap mulai berubah, PHK dan pembatalan proyek menjadi lebih umum dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kota-kota besar seperti Shanghai. Shen menjelaskan bahwa meskipun jaring pengaman sosial seperti asuransi pengangguran tersedia, hal tersebut dikelola di tingkat regional dan efektivitasnya bisa bervariasi.

Pelajaran dari Pertumbuhan Industri Game di China
Peran Pemerintah dalam Mendukung Pertumbuhan
Pemerintah daerah di China memainkan peran aktif dalam mempromosikan pengembangan game melalui inisiatif kebijakan dan dukungan infrastruktur. Game yang ditujukan untuk dirilis di China harus melalui proses peninjauan dan lisensi oleh National Press and Publication Administration (NPPA), dengan dukungan tambahan yang terkadang ditawarkan di tingkat regional. Ini dapat mencakup insentif pajak, hibah untuk proyek budaya, dan akses ke kawasan teknologi yang didanai pemerintah.
Xia menjelaskan bahwa pemerintah provinsi Sichuan telah mendukung upaya Leenzee untuk melestarikan situs sejarah secara digital yang relevan dengan latar Wuchang: Fallen Feathers. Shen menambahkan bahwa beberapa provinsi telah memperkenalkan program untuk mengekspor game sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya yang lebih luas. Zhu menunjuk ruang kantor dan program inkubasi yang didukung pemerintah sebagai bukti lebih lanjut dari dukungan institusional bagi industri ini.

Pelajaran dari Pertumbuhan Industri Game di China
Kehadiran Global yang Berkembang dengan Aspirasi Jangka Panjang
China tetap menjadi pasar video game terbesar di dunia, dan kehadiran global industri yang terus berkembang mencerminkan upaya terkoordinasi oleh developer, investor, dan badan pemerintah. Meskipun tantangan tetap ada—terutama dalam hal pengembangan kreatif dan praktik kerja—terdapat keyakinan luas bahwa industri ini akan terus berekspansi di pasar domestik maupun internasional.
Shen mengungkapkan keyakinannya bahwa permintaan konsumen yang meningkat dan pendapatan yang dapat dibelanjakan akan menopang pertumbuhan ini. Zhu menekankan bahwa pengembangan industri, terutama di sektor indie, adalah upaya jangka panjang yang akan membutuhkan dukungan dan dedikasi berkelanjutan. Xia menggemakan sentimen ini, merujuk pada pepatah China: "Ketika semua orang menambahkan bahan bakar, api akan berkobar tinggi." Pendekatan kolektif ini mungkin terbukti krusial dalam membentuk masa depan industri video game China.







