League of Legends Patch 26.12 menjadi koreksi pertengahan musim yang cukup berarti, di mana Riot Games membidik beberapa champion paling dominan di meta saat ini sekaligus memberikan bantuan bagi champion yang tertinggal setelah adanya perombakan item dan rune.
Perubahan utama tertuju pada Lee Sin. Perombakan ward-jump miliknya membuatnya jauh lebih andal dalam menjangkau lini belakang, dan keandalan tersebut berdampak langsung pada peningkatan win rate dan pick rate-nya. Respons Riot adalah pengurangan flat pada AD growth-nya (dari 3.7 menjadi 3.4), dan damage Q1 serta Q2 miliknya turun dari 65/95/125/155/185 menjadi 60/90/120/150/180, dengan rasio bonus AD yang dipangkas dari 95% menjadi 90%. Tujuannya adalah mengurangi keunggulan tanpa membuatnya tidak layak dimainkan, sebuah langkah penyeimbangan yang wajar.
Orianna dan pergeseran kekuatan mid lane
Orianna mendapatkan daftar nerf paling ekstensif di patch ini. Dia telah memegang posisi teratas di mid lane untuk waktu yang cukup lama, dan Riot jelas tidak ingin lagi menunggu pergeseran meta alami untuk menggesernya. Perubahan ini menyerangnya dari berbagai sisi: damage pasif per stack turun dari 20% menjadi 15%, base HP turun dari 585 menjadi 565, dan resistensi E miliknya dikurangi dari 6-30 menjadi 5-25. Damage ultimate-nya juga terkena nerf di semua rank (dari 250/400/550 menjadi 225/350/475), meskipun rasio AP pada R justru meningkat dari 95% menjadi 115%, yang berarti build high-AP tidak kehilangan damage sebanyak yang terlihat dari angka mentahnya.
Intinya adalah: perlakuan menyeluruh seperti ini biasanya menandakan bahwa Riot ingin mengubah cara bermain suatu champion, bukan sekadar menurunkan angka mentahnya. Pemain Orianna perlu lebih mengandalkan AP scaling daripada sekadar menjadikannya lane bully yang konsisten.
Ryze juga terkena sedikit nerf, kehilangan 25 base HP dan 3 base AD. Perubahan ini hanya berpengaruh di beberapa level awal, tetapi memberikan kesempatan bagi lawan untuk menghukumnya di early game adalah poin utamanya.
Lethality Varus dikembalikan ke bumi
Varus top lane telah menjadi salah satu situasi yang diam-diam sangat menekan di mana seorang champion menemukan peran non-standar dan berkembang di sana. Build lethality miliknya menjadikannya ADC terbaik di top lane, melakukan farming dengan aman sambil terus melakukan poke kepada lawan. Riot secara khusus menargetkan gaya bermain tersebut dengan memangkas rasio bonus AD pada Q-nya dari 100-150% menjadi 80-120%, sambil memberikan buff pada pasifnya untuk lebih menghargai takedown champion dari sisi attack speed. Arahnya jelas: on-hit Varus tetap ada, lethality Varus disingkirkan.
AP Xin Zhao terus menjadi masalah keseimbangan. Healing pasifnya turun sedikit (dari 3-5% max HP dengan 45-80% AP menjadi 2-5% max HP dengan 40-70% AP), dan biaya mana untuk W serta E miliknya meningkat. Ini adalah putaran kedua nerf yang ditargetkan untuk build AP-nya, dan tekanan mana seharusnya membuat pola trading-nya lebih mudah dihukum.
Nocturne kehilangan 20 damage pada rank maksimal Q-nya (turun dari 245 menjadi 225 di rank 5), yang akan terasa baik saat clear jungle maupun skirmish.
Durasi shield Teleport di-nerf
Buff yang benar-benar bisa mengubah keadaan
Hwei mendapatkan paket buff paling signifikan di patch ini. Rasio AP QQ miliknya melonjak dari 70% menjadi 80%, rasio AP QW naik dari 25-87.5% menjadi 30-105%, dan cooldown E miliknya turun satu detik penuh di semua rank. Tim penyeimbang mengakui bahwa Hwei tidak bisa mencapai power spike-nya cukup cepat untuk memperebutkan objektif utama di bawah sistem item saat ini, jadi angka-angka ini mendorongnya lebih dekat ke tempo yang dibutuhkan para mage saat ini.
Sylas mendapatkan buff healing W yang cukup mencolok, dengan scaling rasio AP dari 20-30% naik hingga 30-60%. Itu adalah lonjakan substansial yang seharusnya membuatnya tetap hidup selama pertarungan all-in yang biasanya dia kalahkan. Damage Q miliknya juga mendapatkan sedikit peningkatan di rank akhir.
Jax mendapatkan pengurangan biaya mana pada Q dan peningkatan pada damage persen max HP E-nya (dari 3.5-7% menjadi 4-8%), yang memperkuat pola trading singkat favoritnya melawan top laner jarak jauh. Gwen mendapatkan damage Q awal dan attack speed pada E untuk membantunya bertahan di laning phase melawan tank yang seharusnya bisa dia kalahkan. Aatrox mendapatkan peningkatan damage sweetspot sebesar 5% pada Q, memberi penghargaan kepada pemain yang konsisten mengenai sweet spot tersebut.
Buff kompensasi Yuumi (rasio AP healing P naik menjadi 30%, rasio AP shield E naik menjadi 40%) secara khusus terkait dengan perubahan Moonstone dari patch sebelumnya. Ini adalah perbaikan yang ditargetkan, bukan peningkatan kekuatan secara umum.
Shield Teleport mendapatkan batas waktu yang ketat
Summoner spell Teleport juga masuk dalam daftar. Shield versi empowered-nya turun dari 30% max health selama 30 detik menjadi 35% max health selama 10 detik. Shield-nya sebenarnya lebih kuat sekarang, tetapi durasi 10 detik berarti itu tidak akan menopang pemain dalam teamfight yang berkepanjangan seperti yang terjadi saat ini. Ini adalah respons langsung terhadap seberapa besar Teleport memengaruhi pertarungan mid-to-late game.
Patch 26.12 hadir menjelang MSI, dan prioritas keseimbangan Riot jelas berfokus pada perataan meta papan atas sebelum turnamen dimulai. Untuk gambaran lengkap tentang bagaimana meta telah berkembang sejak musim dimulai, penjelasan patch League of Legends Season 2026 mencakup perubahan mendasar yang membentuk kondisi saat ini. Pantau terus hub panduan League of Legends saat patch dirilis untuk melihat tier list terbaru dan penjelasan spesifik champion.








