"Kami berharap orang-orang akan mempelajari pemandangan di musim semi, musim panas, dan musim gugur melalui game ini, dan hal tersebut akan membuat mereka benar-benar mengunjungi kota ini." Kutipan dari seorang pejabat kota Niseko tersebut merangkum dengan tepat apa yang sedang terjadi di sekitar Gunung Yōtei di Jepang saat ini.
Ghost of Yotei, game action-adventure PS5 dari Sucker Punch yang berlatar di Hokkaido tahun 1600-an, telah melakukan sesuatu yang jarang dicapai oleh game lain: membuat orang ingin melakukan perjalanan fisik ke tempat yang digambarkannya. Dan kota-kota yang berada di bawah bayang-bayang Gunung Yōtei yang asli kini bergerak cepat untuk memanfaatkannya.
Bagaimana tujuh kota membangun dorongan pariwisata yang terinspirasi dari game
Tujuh kota dan desa di area Gunung Yōtei, termasuk Niseko dan Kutchan, telah berkoordinasi untuk menarik para pemain yang ingin melihat medan asli di balik latar Hokkaido dalam game tersebut. Kota Niseko telah menandatangani perjanjian kemitraan resmi dengan firma kolaborasi IP ternama, yang memberikan hak untuk menjual merchandise resmi Ghost of Yotei kepada para pengunjung.
Gelombang pertama produk sudah tersedia di rak toko. Kumagera Seisakusho, sebuah toko kerajinan yang menggunakan kayu dari hutan Hokkaido, menjual pin dan magnet yang menampilkan visual Ghost of Yotei. Bahannya lokal, produknya berbranding game, dan kolaborasi lebih lanjut dengan bisnis regional lainnya dilaporkan sedang dalam pengerjaan.
Selain merchandise, Niseko juga sedang menjajaki tur berpemandu yang mengunjungi lokasi-lokasi yang digambarkan dalam cerita game tersebut. Belum ada tanggal yang dikonfirmasi, namun arahnya sudah jelas.
Cetak biru Tsushima, dan mengapa hal itu berhasil
Begini masalahnya: ini bukan pertama kalinya game Sucker Punch melakukan hal ini. Ghost of Tsushima, yang dirilis pada tahun 2020, memicu ledakan pariwisata yang nyata di pulau Tsushima yang asli. Pulau tersebut menjalankan tur khusus yang terinspirasi dari game, menjual merchandise, dan akhirnya menjadikan direktur kreatif Sucker Punch sebagai duta pariwisata permanen.
Respons komunitas melampaui ekspektasi siapa pun. Pada tahun 2021, para penggemar Ghost of Tsushima secara kolektif mengumpulkan lebih dari $260,000 untuk membantu membangun kembali sebuah kuil di pulau tersebut. Koneksi antara pemain dan lokasi seperti itu jarang terjadi, dan hal itu jelas meninggalkan kesan mendalam bagi mereka yang membuat game tersebut.
Brian Fleming, mantan kepala studio Sucker Punch, mengunjungi Tsushima sekitar waktu peluncuran Ghost of Yotei dan menjelaskan pengalamannya secara mendetail. "Pemandu wisata kami membawa turis dari UEA dan Jerman ke Kastil Kaneda, yang sungguh luar biasa, bukan? Orang-orang ini datang jauh-jauh ke sini untuk melakukan itu," ujarnya. "Ini sangat memuaskan."
Fleming berterus terang mengenai apakah hal yang sama mungkin terjadi pada Yotei: "Akankah hal yang sama terjadi pada Yotei? Saya tidak yakin, tapi saya bersemangat menunggu game ini diluncurkan dan agar cerita-cerita tersebut hadir."
Mengingat Sony telah menyatakan bahwa Ghost of Yotei mengungguli penjualan Ghost of Tsushima pada titik yang sama dalam siklus penjualannya, kondisi untuk pengulangan kesuksesan tersebut bisa dibilang lebih kuat daripada tahun 2020.
Apa artinya ini bagi wilayah tersebut dalam jangka panjang
Preseden Tsushima penting di sini karena menunjukkan linimasa. Minat pariwisata di Tsushima terbangun secara bertahap selama bertahun-tahun, bukan berminggu-minggu. Niseko dan kota-kota sekitarnya mengantisipasi tren tersebut dengan membangun infrastruktur merchandise dan kerangka kerja tur sekarang, selagi game ini masih terus diperbincangkan.
Kuncinya adalah latar game tersebut terasa autentik bagi para pemain. Ghost of Yotei menggambarkan Hokkaido sepanjang musim, dan komentar pejabat Niseko tentang musim semi, musim panas, dan musim gugur menunjukkan bahwa kota-kota tersebut memikirkan daya tarik pengunjung sepanjang tahun, bukan sekadar jendela promosi singkat.
Bagi pemain yang sudah mendalami game ini, panduan lokasi kuil Ghost of Yotei layak untuk disimak jika Anda ingin menghubungkan situs suci dalam game dengan konteks budaya yang lebih luas yang kini menarik pengunjung dunia nyata ke Hokkaido. Koleksi lengkap panduan Ghost of Yotei mencakup segalanya mulai dari topeng hingga jimat jika Anda ingin menggali lebih dalam ke dunia game tersebut sementara kisah pariwisatanya terus berkembang di dunia nyata.








