Bayangkan ini: Anda sedang berada di kereta, makam-makam yang diterangi obor melintas di layar perangkat genggam, alunan musik ala John Williams mengalun di earphone Anda, dan Anda sedang berjongkok di balik peti menunggu untuk memukul seorang fasis dengan wajan. Itulah versi Switch 2 dari Indiana Jones and the Great Circle secara singkat, dan fakta bahwa kalimat tersebut bisa menjadi kenyataan masih terasa agak absurd.
Port dari MachineGames, yang diterbitkan melalui Bethesda, hadir di Nintendo Switch 2 pada 12 Mei 2026, dan ulasannya secara umum positif dengan catatan konsisten yang menyertainya. Game ini berjalan dengan baik. Pertanyaannya adalah apa yang rela Anda korbankan demi kenyamanan memainkannya di dalam bus.

Makam yang diterangi obor tetap terlihat memukau
Apa yang sebenarnya dikorbankan dalam port ini
Kompromi utama yang paling terasa adalah frame rate. Versi Switch 2 dibatasi pada 30FPS, yang akan menjadi hal pertama yang disadari oleh pemain yang berpindah dari PS5, Xbox Series X, atau PC. Kualitas tekstur melunak dalam mode handheld, kepadatan NPC berkurang di area yang lebih ramai, dan terdapat stutter sesekali yang tampaknya terkait dengan autosave atau transisi antar area yang padat.
Ini adalah pengorbanan nyata, bukan sekadar keluhan kecil. Jika visual yang tajam dan 60FPS yang stabil adalah harga mati bagi Anda, platform lain tetap menjadi pilihan teknis yang lebih kuat.
Namun, inilah poinnya: The Great Circle bukanlah game yang akan terasa sangat terganggu dengan batasan 30FPS seperti halnya game twitch shooter. Indy menghabiskan lebih banyak waktu membaca prasasti di dinding yang runtuh, menyusup ke markas musuh dengan penyamaran, dan memecahkan teka-teki lingkungan yang berlapis daripada menembak dengan kecepatan tinggi. Tempo permainannya disengaja dan sinematik, dan hal itu justru lebih cocok dengan presentasi game ini dibandingkan kebanyakan game aksi lainnya.
Mengapa atmosfernya tetap terjaga
Hal yang terus dibahas oleh para pengulas adalah betapa banyak keajaiban game aslinya yang berhasil dipertahankan. Makam-makam yang diterangi obor masih terlihat fantastis saat bergerak. Storytelling lingkungan, setiap retakan mencurigakan di dinding, setiap rak yang layak digeledah, setiap catatan yang ditinggalkan oleh seseorang yang seharusnya tidak berada di sana, tetap terasa padat seperti biasanya.
Interaktivitas yang obsesif itulah yang membedakan The Great Circle dari banyak game petualangan sinematik lainnya. Adaptasi berlisensi yang lebih rendah kualitasnya mungkin hanya akan mengandalkan tontonan visual dan nostalgia semata. MachineGames memahami bahwa kisah Indiana Jones pada dasarnya adalah tentang rasa ingin tahu, tentang mengulik tempat-tempat yang seharusnya tidak Anda datangi, dan tentang sensasi tenang saat menyadari sesuatu yang dilewatkan oleh orang lain.
Versi Switch 2 menyertakan dukungan gyro aiming, yang menurut para pengulas terasa sangat natural saat bagian stealth dan pertarungan yang lebih lambat, bukan sekadar gimmick yang tersembunyi di menu opsi.
Bermain secara portabel ternyata sangat cocok dengan ritme game ini. Setelah satu atau dua jam, batasan 30FPS tidak lagi terasa sebagai masalah dan atmosfer game mulai mendominasi. Itu adalah pujian atas betapa baiknya desain dunia game ini bertahan di bawah batasan teknis.

Gyro aiming terasa natural di sini
Penulisan cerita yang tetap menjadi daya tarik utama
Semua pembahasan teknis tidak akan berarti jika gamenya sendiri tidak layak dimainkan, dan The Great Circle tetaplah game yang luar biasa. Indy masih terasa sangat pas: sinis, obsesif secara akademis, tidak sengaja menjadi pahlawan, dan selalu merasa kesal. Penulisan ceritanya menyeimbangkan fan service dengan batasan yang cukup agar tidak terjebak menjadi parade momen-momen klise belaka.
Apa yang sering dilewatkan pemain saat meremehkan game berlisensi adalah bahwa game terbaik memahami mengapa materi sumbernya berhasil, bukan hanya seperti apa tampilannya. MachineGames dengan jelas memahami bahwa kisah Indiana Jones adalah tentang improvisasi, rasa ingin tahu, dan kekacauan khas seorang pria yang tahu segalanya tentang sejarah kuno namun hampir tidak tahu apa-apa tentang cara menyelamatkan diri sendiri.
Semua itu masih ada di Switch 2. Teka-tekinya tetap cerdas. Konten sampingan masih terus menggoda Anda untuk keluar dari jalur utama. Game ini tetap mempercayai Anda untuk menikmati arkeologi sama seperti menikmati aksi memukul orang.
Jika Anda mengambil versi Switch 2 dan ingin memaksimalkannya, panduan strategi Indiana Jones and the Great Circle kami mencakup segalanya mulai dari solusi teka-teki hingga DLC Order of Giants lengkap, yang layak untuk Anda mainkan setelah cerita utama selesai.







