EA's Skate (2025) telah resmi meluncurkan periode Early Access-nya, dan respons yang didapat jauh dari kata kecil. Hanya dalam beberapa minggu, game ini telah melampaui 15 juta pemain di berbagai platform, memberikan dorongan awal yang mengesankan bagi langkah EA dalam menerapkan model free-to-play pada seri ini. Ini adalah tonggak sejarah besar bagi franchise yang telah vakum selama lebih dari satu dekade, namun seperti peluncuran game live-service lainnya, tantangan sebenarnya adalah mempertahankan para pemain tersebut.
Angka Early Access Memberikan Gambaran yang Menjanjikan
Pemain konsol mendominasi basis audiens awal Skate, dengan lebih dari 12 juta pemain di konsol (sekitar 7,5 juta di PlayStation saja) dan hampir 4 juta di Steam. Meskipun unduhan free-to-play lebih mudah didapatkan, data engagement menunjukkan potensi retensi yang nyata.
Data Steam menunjukkan puncak awal sekitar 135.000 concurrent players saat peluncuran, yang stabil di angka sekitar 40.000 hingga 50.000 pengguna aktif dalam beberapa minggu setelahnya. Di PC saja, game ini telah menghasilkan sekitar $3 juta dari penjualan kosmetik, menunjukkan bahwa model monetisasi EA (meskipun kontroversial) setidaknya telah menemukan audiens yang bersedia untuk berbelanja.
Namun, Skate tetap menjadi pengalaman yang mengutamakan konsol. Data multi-platform menunjukkan jutaan daily active users terus login, didorong oleh word-of-mouth, berbagi di media sosial, dan visibilitas yang kuat di platform seperti TikTok.

EA's Skate Sees 15 Million Players
Jenis Game Skateboarding yang Berbeda
Developer Full Circle telah menegaskan bahwa Skate (2025) bukanlah sekuel atau reboot tradisional, melainkan arah baru bagi franchise ini. Dibangun sebagai pengalaman live-service, Skate memperkenalkan San Vansterdam, sebuah kota luas yang dirancang untuk terus berkembang melalui update, event, dan konten berbasis komunitas.
Pendekatan ini mencerminkan strategi EA yang lebih luas untuk game jangka panjang seperti Apex Legends dan The Sims 4: membuat akses masuk menjadi gratis, lalu membangun engagement melalui seasonal drops, kosmetik, dan fitur sosial. Cross-play, cross-progression, dan desain always-online menjadi fondasi dari ekosistem tersebut.
Namun, struktur ini menimbulkan gesekan di antara penggemar trilogi Skate orisinal, yang mengaitkan seri ini dengan autentisitas dan permainan offline. Bagi mereka, pergeseran ke arah dunia yang selalu terhubung terasa seperti perubahan besar dari akar seri ini.
Sensasi Skate Tetap Terjaga
Meskipun ada pergeseran dalam filosofi desain, gameplay-nya sendiri telah banyak dipuji. Sistem kontrol "Flick-It" yang mendefinisikan seri ini masih ada, menawarkan presisi dan alur memuaskan yang membuat Skate berbeda dari game skating lainnya. Fisikanya terasa grounded dan ekspresif, serta tata letak terbuka San Vansterdam mendorong kreativitas.
Akan tetapi, presentasinya telah membagi pendapat pemain. Beberapa menghargai tampilan yang bersih dan tone yang mudah diakses, sementara yang lain berpendapat bahwa hal itu menghilangkan energi jalanan yang mentah, yang menjadi daya tarik game-game sebelumnya. Kota ini terasa lebih seperti taman bermain skate daripada ruang urban yang hidup, dan perbedaan tone tersebut menjadi poin kritik yang berulang.

EA's Skate Sees 15 Million Players
Monetisasi Memicu Kekhawatiran yang Familiar
Topik pembicaraan terbesar seputar Skate (2025) adalah pendekatan monetisasinya. Meskipun semua item berbayar hanyalah kosmetik, pemain telah menyuarakan kekhawatiran tentang bagaimana sistem tersebut disusun. Paket mata uang premium tidak selalu selaras dengan harga item, dan penyertaan loot box acak telah memicu perbandingan dengan ekonomi ala game mobile.
Animasi yang tidak bisa dilewati (unskippable) yang terikat pada pembelian dalam game juga menjadi poin yang menjengkelkan. Bagi sebagian orang, pilihan desain ini membuat Skate terasa kurang seperti perayaan budaya skate dan lebih seperti etalase toko yang dibangun di sekitar metrik engagement. Meski begitu, dibandingkan dengan model free-to-play lainnya, monetisasi Skate masih tergolong moderat, dan sebagian besar pemain masih menikmati pengalamannya tanpa harus mengeluarkan uang.
Audiens yang Terbagi, Namun Punya Ruang untuk Tumbuh
Reaksi terhadap Skate menunjukkan kesenjangan generasi yang jelas. Pemain baru, terutama mereka yang tertarik pada aspek sosialnya, melihatnya sebagai ruang online yang santai untuk berkumpul dan bereksperimen. Sementara itu, penggemar lama melihatnya sebagai versi yang lebih encer dari seri yang mereka ingat - kurang mengutamakan autentisitas, lebih mengutamakan aksesibilitas.
Dari sudut pandang bisnis, EA tampaknya telah membangun fondasi yang kuat untuk masa depan Skate. Jumlah pemain dan potensi pendapatan menunjukkan bahwa masih banyak ruang untuk berkembang, terutama jika update di masa depan dapat mengatasi kekhawatiran seputar tone dan monetisasi.
Jika Full Circle dapat memperluas San Vansterdam dengan ruang yang lebih kaya karakter, menyempurnakan komunikasinya dengan pemain, dan menyeimbangkan tujuan komersial dengan autentisitas kreatif, Skate (2025) bisa menjadi contoh utama bagaimana mengadaptasi franchise klasik ke era live-service.
Berikut adalah daftar semua game yang disebutkan:
- Skate (2025)
- Tony Hawk's Pro Skater 1+2
- Session
- Skater XL
- The Sims 4
- Apex Legends
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQs)
Berapa banyak pemain yang dimiliki Skate (2025)? Skate (2025) telah melampaui 15 juta pemain di semua platform sejak peluncuran Early Access-nya.
Apakah Skate (2025) free-to-play? Ya. Skate (2025) adalah judul free-to-play yang tersedia di konsol dan PC. Game ini menampilkan pembelian kosmetik opsional tetapi tidak memiliki mekanisme pay-to-win.
Apakah Skate (2025) memiliki cross-play dan cross-progression? Ya. Game ini mendukung cross-play dan cross-progression, memungkinkan pemain untuk bermain bersama dan membawa progres mereka antar platform.
Bisakah Skate (2025) dimainkan secara offline? Tidak. Skate (2025) memerlukan koneksi internet yang konstan, karena dirancang di sekitar dunia bersama yang selalu online.
Apakah Skate (2025) bersifat pay-to-win? Tidak. Semua pembelian bersifat kosmetik, hanya memengaruhi penampilan dan opsi kustomisasi, bukan performa gameplay.
Apakah Skate (2025) akan menerima konten baru? Ya. EA dan Full Circle telah mengonfirmasi update berkelanjutan, termasuk event baru, area baru, dan kosmetik sebagai bagian dari roadmap live-service game ini.







